Stroke Rentan Terjadi Pagi Hari, Waspadai Gejala dan Pemicunya

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
21 August 2026 07:50
Ilustrasi Stroke (Pexels.com)
Foto: Ilustrasi Stroke (Pexels.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan stroke dapat terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. Sejumlah penelitian dan pengamatan medis menunjukkan, kasus stroke cukup sering terjadi pada pagi hari, terutama pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Kondisi ini berkaitan dengan perubahan tekanan darah mengikuti ritme alami tubuh. Setelah menurun saat seseorang beristirahat pada malam hari, tekanan darah secara bertahap kembali meningkat menjelang pagi. Pada sebagian orang, kenaikan tersebut dapat berlangsung cukup signifikan.

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Melisa Aziz, SpJP, menjelaskan lonjakan tekanan darah menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi pembuluh darah dan pasokan darah menuju otak. Risiko ini terutama lebih besar pada penderita hipertensi yang tekanan darahnya tidak terkontrol dengan baik.

Stroke sendiri terjadi ketika aliran darah menuju otak mengalami gangguan, sehingga sel-sel otak tidak memperoleh oksigen dan nutrisi yang cukup. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah atau stroke iskemik maupun pecahnya pembuluh darah di otak atau stroke hemoragik.

Ketika suplai oksigen ke otak terhenti, kerusakan sel otak dapat terjadi hanya dalam hitungan menit. Karena itu, penanganan medis darurat sangat penting. Semakin cepat pasien mendapatkan intervensi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak yang lebih luas.

dr Melisa Aziz, SpJP, menjelaskan, pada malam hari, tekanan darah umumnya menurun ketika tubuh dan organ-organ beristirahat. Kondisi normal tersebut membantu tubuh menjalani proses pemulihan.

Namun, sekitar pukul 02.00-03.00 dini hari, tekanan darah mulai kembali meningkat. Pada penderita hipertensi yang tidak terkontrol, kenaikan tekanan darah ini dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke pada pagi hari.

Lonjakan tersebut dapat mengganggu pasokan darah menuju otak.

"Tapi memang banyak kejadian (di pagi hari) bukan serangan jantung, tapi mungkin stroke ya," kata dr Melisa, seperti dikutip dari detikHealth.

Secara umum, gejala stroke yang terjadi pada pagi hari tidak berbeda dengan stroke pada waktu lainnya. Sejumlah tanda yang perlu diwaspadai antara lain salah satu sisi wajah tampak turun, kelemahan pada satu sisi tubuh, hingga perubahan kemampuan berbicara.

"Jika melihat wajah yang menurun sebelah, lengan melemah saat diangkat, atau ada perubahan pada bicara, waktu menjadi sangat penting. Jika memungkinkan, hubungi 911 atau minta bantuan," ujar dokter saraf Weill Cornell Medical Center New York, Dr Baxter Allen, dikutip dari Health Matters.

Allen mengatakan, pasien sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Semakin cepat pasien tiba di fasilitas kesehatan, semakin cepat pula pemeriksaan dan perawatan dapat diberikan.

Gejala stroke juga dapat diketahui ketika seseorang baru bangun tidur. Beberapa di antaranya berupa kesulitan memahami perkataan orang lain, kebingungan, serta gangguan penglihatan seperti pandangan buram atau ganda.

Kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan, hingga sakit kepala berat yang muncul secara tiba-tiba juga perlu diwaspadai. Gejala lainnya dapat berupa mual, muntah, pusing, kejang, bahkan kehilangan kesadaran.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Mengenal DSA Otak, Pemeriksaan untuk Kelainan Pembuluh Darah Otak


Most Popular
Features