Ingin Tekanan Darah Stabil? Coba Rutin Konsumsi 3 Jenis Kacang Ini

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
13 July 2026 16:00
Kacang Pistachio. (Dok. Pexels/Anton Shoutvin)
Foto: Kacang Pistachio. (Dok. Pexels/Anton Shoutvin)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Diagnosis tekanan darah tinggi atau hipertensi sering kali dianggap sebagai awal dari ancaman penyakit jantung yang menakutkan bagi jutaan orang. Namun, para ahli menegaskan bahwa perubahan gaya hidup kecil seperti mengonsumsi jenis kacang-kacangan tertentu ternyata mampu memberikan dampak besar bagi kesehatan pembuluh darah.

"Tekanan darah tinggi tetap menjadi faktor risiko yang paling umum dan dapat dimodifikasi untuk perkembangan penyakit kardiovaskular," ujar Dr. Tracy Paeschke, M.D., seorang ahli kardiologi preventif di Heart Health Prevention and Wellness mengutip Prevention.

Menurut para pakar, kunci utama mengendalikan hipertensi bukan lagi sekadar memangkas asupan yang buruk, melainkan berfokus pada jenis makanan yang perlu kita tambahkan ke dalam piring.

"Saya melihat tekanan darah merespons sangat baik terhadap nutrisi yang dipersonalisasi. Kita tidak hanya fokus mengurangi natrium, lemak jenuh, dan gula olahan, tetapi juga pada makanan sehat yang ditambahkan, termasuk buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan," tambah Michelle Routhenstein, M.S., R.D., seorang ahli diet kardiologi preventif di EntirelyNourished.com.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kacang-kacangan kaya akan nutrisi penting seperti magnesium, vitamin E, tembaga, selenium, dan asam alfa-linolenat yang terbukti mendukung kekuatan pembuluh darah.

Berikut adalah tiga jenis kacang terbaik yang direkomendasikan oleh para ahli untuk membantu menurunkan tekanan darah:

1. Pistachio

Pistachio menjadi salah satu camilan yang sangat direkomendasikan. Jenis kacang ini sangat kaya akan kalium. Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), satu ons pistachio mengandung sekitar 315 miligram kalium.

"Kalium membantu menetralkan efek buruk natrium dan mengurangi ketegangan pada dinding arteri," jelas Routhenstein. Penelitian dari American Heart Association (AHA) juga mengonfirmasi bahwa konsumsi cukup kalium sangat krusial untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

2. Kacang Kenari (Walnut)

Kacang kenari merupakan pilihan utama berkat kandungan asam alfa-linolenat (asam lemak omega-3 nabati) dan L-arginin. Kombinasi nutrisi ini berperan penting dalam mendukung produksi oksida nitrat di dalam tubuh.

"Oksida nitrat membantu melebarkan arteri sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah pun menurun," ungkap Routhenstein.

Studi klinis menunjukkan bahwa konsumsi kacang kenari secara teratur terbukti efektif menurunkan tekanan darah, terutama pada lansia yang mengidap hipertensi ringan.

3. Kacang Almond

Jika Anda mencari sumber magnesium alami terbaik, almond adalah jawabannya. Satu porsi kacang almond mampu memenuhi hampir 20% kebutuhan magnesium harian Anda.

Riset yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Physiology menjelaskan bahwa magnesium bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah, mengatur hormon penting, serta mengurangi peradangan yang menjadi pemicu utama hipertensi.

Tips konsumsi kacang untuk menurunkan tekanan darah

Jika Anda mengonsumsi kacang sebagai camilan untuk mendukung kesehatan jantung, ada beberapa praktik terbaik yang perlu diingat.

- Batasi Porsi: Cukup konsumsi satu genggam kecil per hari. Karena kacang padat kalori, menjaga porsi makan akan membantu mengontrol berat badan-yang juga berpengaruh langsung pada tekanan darah.

- Pilih yang Masih Berkulit: Dr. Paeschke menyarankan membeli kacang yang belum dikupas. Proses mengupas kulit kacang secara manual terbukti efektif mencegah kita makan secara berlebihan (overeating).

- Wajib Tanpa Garam (Unsalted): Pastikan Anda memilih varian kacang mentah atau panggang yang polos tanpa tambahan garam atau perasa buatan agar efek penurunan tekanan darahnya tidak hilang akibat natrium.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Durasi Jalan Kaki Efektif atasi Darah Tinggi, Cukup 30 Menit


Most Popular
Features