Sudah Era AI, Kenapa Gen Z Malah Pilih Profesi Jadul?

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
22 October 2026 12:20
Seorang petani Gen Z saat ditemui di Kamojang, Jawa Barat, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)
Foto: Seorang petani Gen Z saat ditemui di Kamojang, Jawa Barat, Rabu (21/10/2026). (CNBC Indonesia/Fergi Nadira)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia sudah memasuki era Artificial Intelligence (AI), namun banyak generasi muda, terutama Gen Z, justru beralih ke profesi yang dianggap 'jadul', seperti petani. Apa alasannya?

Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) menempatkan petani dan pekerja pertanian sebagai profesi dengan pertumbuhan tertinggi secara global hingga 2030. Sektor pertanian diperkirakan akan membutuhkan tambahan 35 juta pekerja dalam lima tahun ke depan. Ini artinya, bukan tak mungkin profesi petani yang dianggap jadul akan kembali jadi primadona.


Apa yang membuat profesi petani tren lagi?

Menurut WEF, lonjakan kebutuhan pangan global dan ancaman krisis iklim menjadikan pertanian sebagai sektor yang sangat strategis yang kini mengalami kekurangan tenaga kerja muda.

Presiden World Farmers' Organisation, Arnold Puech Pays d'Alissac mengingatkan, dunia membutuhkan lebih banyak petani muda karena mayoritas petani yang ada saat ini sudah lansia.

"Banyak petani akan segera pensiun. Ini membuka peluang besar bagi generasi muda," ujarnya dalam wawancara di Forum Ekonomi Dunia di Davos dikutip dari World Economic Forum.

Permintaan pangan global terus meningkat, seiring prediksi populasi dunia yang mencapai puncaknya di angka 10,3 miliar jiwa pada 2080-an. World Resources Institute bahkan memperkirakan dunia harus menutup food gap sebesar 56% pada 2050 agar cukup memberi makan seluruh populasi.

Sosok Gen Z Jadi Petani Kentang

Hendro Gunawan (29) pemuda asal kawasan Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjalani profesi sebagai petani kentang. Tidak pernah menganggap profesi petani dengan sebelah mata, Hendro justru melihat banyak peluang ekonomi di baliknya. 

"Kenapa Hendro pilih bertani? Karena pertanian itu berkelanjutan. Orang-orang tidak akan lepas dari dunia pertanian. Makan kita hasil dari pertanian," ujar Hendro saat ditemui di Kamojang, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Ia mengakui, profesi petani saat ini masih didominasi generasi yang lebih tua. Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar petani di lingkungan sekitarnya telah berusia di atas 40 tahun. Sementara itu, banyak anak muda di kawasan Kamojang lebih tertarik bekerja di berbagai proyek pembangunan yang berkembang di wilayah tersebut. Kondisi ini justru menjadi salah satu alasan Hendro memilih bertahan di sektor pertanian.

Baginya, regenerasi petani menjadi penting agar kegiatan pertanian tidak berhenti ketika generasi sebelumnya semakin menua.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Gen Z Pantang Gengsi Jadi Petani Kentang, Sekali Panen 9,5 Ton


Most Popular
Features