5 Kebiasaan Finansial Gen-Z Vs Milenial, Siapa yang Lebih Irit?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan dan cara pandang setiap generasi dalam mengelola keuangan tidak lepas dari kondisi ekonomi yang mereka hadapi saat beranjak dewasa. Prospek pekerjaan, biaya utang, harga rumah, hingga situasi ekonomi global turut memengaruhi keputusan finansial seseorang.
Tak heran jika Gen Z, yang sebagian di antaranya lulus sekolah atau kuliah di tengah pandemi Covid-19, lonjakan harga rumah, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi, memiliki pandangan berbeda terhadap kebiasaan keuangan generasi milenial. Bahkan, Gen Z menganggap sejumlah kebiasaan finansial milenial sebagai sesuatu yang boros, ketinggalan zaman, atau sulit diterapkan dalam kondisi ekonomi saat ini.
Melansir Yahoo Finance, survei Cash App yang dilaporkan Newsweek mengungkapkan, 55% responden Gen Z menilai generasi milenial terlalu boros, mudah terpengaruh teman untuk berbelanja, atau menghabiskan uang secara berlebihan. Sementara itu, survei perusahaan pemasaran Attentive juga menunjukkan Gen Z cenderung lebih berhati-hati sebelum membeli barang dibandingkan milenial.
Lantas, apa saja kebiasaan keuangan milenial yang mulai ditinggalkan Gen Z? Berikut lima perbedaannya.
1. Lebih Memilih Bank Digital
Generasi milenial cenderung lebih akrab dengan layanan perbankan tradisional, seperti rekening tabungan dan giro. Meski sudah menggunakan aplikasi perbankan digital, mereka masih mengandalkan layanan bank konvensional untuk berbagai kebutuhan keuangan.
Dalam urusan investasi, milenial juga cenderung mencari nasihat dari penasihat keuangan profesional.
Sebaliknya, Gen Z yang tumbuh bersama perkembangan internet lebih nyaman menggunakan layanan teknologi finansial atau fintech. Mereka lebih terbiasa menggunakan bank digital, aplikasi pembayaran antarpengguna, hingga layanan investasi berbasis teknologi.
Gen Z juga lebih terbuka terhadap penggunaan robo-advisor, yakni layanan yang memberikan rekomendasi investasi secara otomatis melalui algoritma.
2. Tidak Terlalu Terobsesi Punya Rumah
Bagi banyak milenial, memiliki rumah sendiri masih menjadi salah satu simbol kesuksesan finansial. Pandangan ini tidak jauh berbeda dari generasi orang tua mereka yang menganggap kepemilikan rumah sebagai bagian penting dari pencapaian hidup.
Oleh sebab itu, milenial cenderung memprioritaskan tabungan untuk uang muka atau down payment (DP) rumah.
Namun, Gen Z memiliki pandangan berbeda. Melonjaknya harga properti dan ketidakpastian ekonomi membuat generasi ini tidak lagi menempatkan kepemilikan rumah sebagai prioritas utama.
Sebagian Gen Z lebih nyaman menyewa tempat tinggal dan mempertimbangkan bentuk investasi lain daripada memaksakan diri membeli rumah.
3. Lebih Jarang Belanja Impulsif
Kebiasaan membeli barang secara spontan atau impulsive buying ternyata lebih banyak ditemukan pada generasi milenial. Berdasarkan survei Attentive, sebanyak 74% milenial mengaku sering atau sesekali melakukan pembelian impulsif.
Sementara itu, persentasenya lebih rendah pada Gen Z, yakni sebesar 63%. Tidak hanya itu, Gen Z juga cenderung melakukan riset sebelum memutuskan membeli suatu produk.
Sebanyak 47% responden Gen Z mengaku lebih memilih menunggu setidaknya beberapa hari sebelum membeli barang. Angka ini lebih tinggi dibandingkan milenial yang mencapai 41%.
Temuan tersebut menunjukkan Gen Z relatif lebih mempertimbangkan keputusan belanja, alih-alih langsung membeli barang yang menarik perhatian mereka.
4. Lebih Hati-hati Saat Belanja Online
Perbedaan lainnya terlihat dari besaran uang yang dianggap nyaman untuk dibelanjakan secara online. Survei Attentive menemukan, milenial paling nyaman menghabiskan uang sekitar US$50 hingga US$100 dalam satu transaksi belanja online.
Sebaliknya, Gen Z lebih nyaman mengeluarkan uang dalam kisaran US$20 hingga US$50. Perbedaan tersebut memperlihatkan Gen Z cenderung menetapkan batas pengeluaran yang lebih rendah saat berbelanja melalui platform digital.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kondisi finansial milenial yang relatif lebih mapan karena telah lebih lama memasuki dunia kerja.
5. Lebih Selektif Menghabiskan Uang untuk Pengalaman
Milenial dikenal sebagai generasi yang gemar mengeluarkan uang untuk pengalaman, seperti bepergian, menonton konser, menikmati hiburan, hingga makan di restoran. Bagi sebagian milenial, pengalaman tersebut dianggap sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan sekadar pengeluaran konsumtif.
Gen Z sebenarnya juga menikmati aktivitas serupa. Namun, mereka cenderung lebih selektif dalam mengalokasikan uang untuk hiburan dan gaya hidup.
Generasi ini dinilai lebih berusaha menyeimbangkan pengeluaran untuk kesenangan pribadi dengan kebutuhan menabung dan berinvestasi. Sikap tersebut kemungkinan dipengaruhi pengalaman mereka tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi, sehingga lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial.
Meski demikian, perbedaan kebiasaan keuangan ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh Gen Z lebih hemat daripada milenial. Kondisi pendapatan, usia, serta tahap kehidupan juga dapat memengaruhi cara seseorang mengelola uang.