Pangeran Harry Buka Suara Soal Keretakan Keluarga Kerajaan
Jakarta, CNBC Indonesia - Pangeran Harry akhirnya buka suara soal keretakan hubungannya dengan anggota keluarga Kerajaan Inggris, terutama dengan ayahnya sendiri Raja Charles dan kakaknya Pangeran William. Ia berharap konflik yang selama ini membayangi keluarganya dapat diselesaikan dan hubungan mereka kembali membaik.
Dalam wawancara dengan majalah GQ di New York, Duke of Sussex itu mengatakan bahwa meski ada pihak yang tidak menginginkan hubungan tersebut membaik, dirinya justru ingin berdamai.
"Ada pihak-pihak yang tidak menginginkan hubungan ini membaik. Saya justru ingin hubungan ini membaik. Di tengah berbagai peristiwa yang terjadi di dunia saat ini, hal terpenting adalah berdamai-itulah poin utamanya," ujar Harry melansir BBC, Rabu (21/10/2026).
Ia menyadari bahwa luka akibat konflik keluarga mungkin tidak akan sepenuhnya hilang. Namun, menurutnya, cara seseorang memandang dan menyikapi masa lalu dapat membantu membuka jalan menuju perdamaian.
"Luka batin mungkin akan membekas selamanya. Namun, bagaimana cara kita memandang dan menyikapi peristiwa-peristiwa yang telah terjadi-dengan melepaskan masa lalu-adalah sesuatu yang saya sarankan untuk dilakukan oleh siapa pun," katanya.
Keretakan Keluarga yang Belum Pulih
Harry dan Meghan meninggalkan Inggris pada 2020 dan mundur dari tugas resmi sebagai anggota keluarga kerajaan. Keputusan tersebut menjadi awal perpisahan yang diwarnai ketegangan dengan keluarga kerajaan.
Dalam memoarnya yang berjudul Spare, Harry mengungkapkan secara terbuka dalamnya keretakan hubungan di keluarganya, termasuk hubungan yang memburuk dengan sang kakak, Pangeran William.
Meski kini memiliki kesempatan untuk berada lebih dekat dengan keluarga di Inggris, hubungan emosional Harry dan William tampaknya belum menunjukkan perbaikan berarti. Namun, pernyataan Harry dalam wawancara terbaru ini memperlihatkan bahwa ia masih membuka pintu untuk berdamai.
Keinginan serupa sebelumnya juga pernah ia sampaikan dalam wawancara dengan BBC pada Mei 2025, ketika ia telah menetap di Amerika Serikat. Harry mengakui bahwa perselisihan di keluarganya menarik perhatian banyak orang karena persoalan tersebut juga dialami oleh keluarga lain.
Ingin Anak-Anaknya Lebih Dekat dengan Inggris
Dalam wawancara yang sama, Harry menjelaskan bahwa salah satu alasan dirinya kembali ke Inggris adalah untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi keluarganya, terutama kedua anaknya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet.
"Bisa menyekolahkan anak-anak di sekolah Inggris sangat berarti bagi saya. Saya sebelumnya tidak menyadari betapa pentingnya hal itu bagi saya," kata Harry saat ditanya mengenai alasan kepulangannya ke Inggris.
Menurutnya, Archie dan Lilibet menikmati pengalaman tersebut karena memberikan suasana dan pengalaman yang berbeda bagi mereka.
Harry juga mengungkapkan keinginannya untuk menghabiskan lebih banyak waktu di Inggris agar dapat lebih dekat dengan keluarganya, bukan hanya berkunjung selama beberapa hari atau satu minggu sesekali.
Sebut Kondisi Raja Charles Semakin Membaik
Harry turut menyinggung kondisi kesehatan ayahnya, Raja Charles III, yang tengah menjalani pengobatan kanker. Ia mengatakan kondisi sang raja semakin membaik.
"Beliau semakin membaik," ujarnya.
Selain persoalan keluarga, Harry juga berbicara tentang pengalaman tumbuh besar dengan rasa kehilangan setelah ibunya, Diana, Putri Wales, meninggal dunia pada 1997.
Ia mengatakan kini berusaha menjadikan kenangan tentang sang ibu sebagai bagian dari pekerjaan dan kehidupannya, bukan sesuatu yang terus membebani dirinya.
"Saya senang karena sekarang saya bisa membawa kenangan tentang ibu saya dalam pekerjaan yang saya lakukan, alih-alih membiarkan kenangan itu membebani saya, menghambat langkah saya, atau membuat saya terus terpuruk dalam kesedihan," kata Harry.
Harry juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengharapkan simpati publik atas pengalaman hidupnya. Ia merasa telah melewati fase tersebut dan berusaha bangkit dengan dukungan orang-orang di sekitarnya.
(hsy/hsy)