Selena Gomez Blak-Blakan Ungkap Alasan Suaranya Berubah

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Selasa, 20/10/2026 10:40 WIB
Foto: Selena Gomez berpose di karpet merah pada acara Golden Globes ke-83 di Beverly Hills, California, AS, Minggu (11/1/2026). (REUTERS/Daniel Cole)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyanyi sekaligus aktris Selena Gomez mengungkapkan bahwa kebiasaannya menggunakan vape bernikotin telah mengubah suaranya. Pengakuan tersebut sekaligus mengonfirmasi spekulasi warganet selama ini soal suara sang penyanyi. 

Dalam unggahan video di Instagram Story pada 18 Oktober 2026, Selena mengaku pernah menggunakan vape bernikotin dalam jumlah banyak. Ia juga mengungkapkan bahwa berhenti dari kebiasaan tersebut bukan perkara mudah karena nikotin dapat menimbulkan ketergantungan.

"Aku banyak menggunakan vape bernikotin. Sangat sulit berhenti, dan kebiasaan itu telah mengubah suaraku," ungkap Selena mengutip Today, Selasa (20/10).


Pelantun lagu Lose You to Love Me tersebut mengatakan dirinya kini telah berhenti menggunakan vape. Ia berharap dapat mempertahankan keputusan itu dan mendorong orang lain yang sedang berjuang melawan ketergantungan nikotin agar tidak menyerah.

Selena juga menyampaikan pesan kepada orang-orang yang masih mempertimbangkan untuk mencoba vape. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak sebanding dengan risiko yang mungkin ditimbulkan.

Bagaimana Vape Bisa Mengubah Suara?

Perubahan suara yang dialami Selena turut menjadi perhatian para ahli kesehatan. Dokter Paul Kwak, spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan di NYU Langone Voice Center, menjelaskan bahwa vaping berpotensi memengaruhi kualitas suara.

Saat seseorang mengisap vape, aerosol yang mengandung berbagai bahan kimia melewati saluran pernapasan, termasuk area laring atau kotak suara. Paparan tersebut dapat membuat jaringan saluran napas menjadi kering dan mengalami iritasi maupun peradangan.

Padahal, pita suara membutuhkan kelembapan dan kelenturan agar dapat bergetar dengan baik ketika seseorang berbicara atau bernyanyi. Ketika jaringan di sekitar pita suara mengalami gangguan, proses pembentukan suara pun dapat berubah.

Akibatnya, suara seseorang bisa terdengar lebih berat, serak, atau kasar. Paparan vape juga dapat memicu batuk berulang yang berpotensi menambah tekanan pada pita suara.

Dampak tersebut dapat lebih terasa pada penyanyi dan orang yang mengandalkan suara untuk bekerja. Mereka membutuhkan kelenturan serta kendali suara yang baik sehingga perubahan kecil sekalipun bisa memengaruhi kemampuan vokal.

Bukan Sekadar Masalah Suara Serak

Vaping kerap dianggap sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Namun, penggunaan rokok elektronik tetap memiliki risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Nikotin merupakan zat adiktif yang dapat membuat seseorang sulit menghentikan kebiasaannya. Selain itu, aerosol vape dapat mengandung partikel dan bahan kimia berbahaya yang masuk jauh ke dalam paru-paru.

Penggunaan vape juga dikaitkan dengan gangguan pernapasan dan iritasi saluran napas. Meski demikian, dampak jangka panjangnya masih terus diteliti karena rokok elektronik relatif baru dibandingkan produk tembakau konvensional.

Para ahli mengingatkan bahwa perubahan suara tidak selalu disebabkan oleh vaping. Infeksi, iritasi, penggunaan suara secara berlebihan, dan kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi kualitas suara.

Karena itu, suara serak atau perubahan suara yang berlangsung lebih dari satu minggu sebaiknya diperiksakan kepada dokter, terutama jika disertai kesulitan bernapas atau menelan.

Pengalaman Selena Gomez menjadi pengingat bahwa dampak vaping tidak hanya berkaitan dengan paru-paru. Kesehatan pita suara juga perlu diperhatikan, terlebih bagi mereka yang mengandalkan kemampuan vokal dalam aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan profesional.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Penuhi Gaya Hidup, Minuman Sehat Yang Enak & Bernutrisi Dicari