Kabut Asap Makin Parah, Air Hujan Pun Berwarna Abu Kehitaman

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 16/10/2026 17:25 WIB
Foto: Marina Bay Sands diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan di negara tetangga, Indonesia, di Singapura, 13 Oktober 2026. (REUTES/Kokkai Ng)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan deras yang mengguyur Singapura pada Kamis pagi justru membuat warga setempat makin khawatir soal kabut asap. Beberapa warga melaporkan air hujan berwarna abu kehitaman tertampung di dalam ember-ember yang diletakkan di luar rumah mereka.

Media lokal AsiaOne melaporkan bahwa seorang warga yang diidentifikasi sebagai Zhong menampung tiga ember air hujan yang tampak berwarna kelabu kehitaman.

Sebuah video yang dibagikan di halaman Instagram Singapore Parents juga memperlihatkan beberapa ember berisi air hujan yang keruh. Hal tersebut memicu kekhawatiran di kalangan warganet.


Menurut sebuah video dari CNA, tetesan air hujan dapat menarik partikel polusi dari udara saat jatuh. Namun, karena kabut asap mengandung partikel polusi dan asap yang halus, hujan tidak dapat menyingkirkan semuanya dengan cepat, sehingga air yang turun berubah warna.

Banyak warga mengungkapkan kekhawatiran mengenai potensi buruk kondisi tersebut terhadap kesehatan; salah satu dari mereka bahkan mengaku merasa kasihan pada paru-parunya sendiri.

Pengguna lainnya menuturkan bahwa air di kolam ikan di rumahnya juga berubah warna menjadi abu kehitaman. 

Kualitas udara Singapura memasuki level "Sangat Tidak Sehat" pada hari Rabu, dengan Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam mencapai 203 di Singapura bagian barat.

Pemerintah Singapura sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum terhadap perusahaan yang diduga menyebabkan atau berkontribusi terhadap kabut asap lintas batas. Saat ini, pemerintah masih mengumpulkan dan menelaah data terkait kondisi kabut asap yang semakin memburuk.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan data yang tersedia sebelum memutuskan langkah selanjutnya.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perkuat Ekosistem Plasma Darah, Investor Dorong Penguatan SDM