Malaysia Ajak Negara ASEAN Bersatu Protes Kabut Asap Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota Parlemen Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, mendesak negara-negara ASEAN mengambil langkah tegas terhadap Indonesia menyusul krisis kabut asap lintas batas yang kembali memburuk. Ia mengusulkan protes diplomatik bersama hingga pembatasan akses pendanaan bagi perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan.
Desakan tersebut disampaikan Syed Saddiq saat membahas Anggaran Malaysia 2027 di Dewan Rakyat, Selasa (13/10). Menurut dia, pendekatan diplomatik yang selama ini ditempuh belum cukup efektif untuk menyelesaikan persoalan kabut asap yang berulang setiap musim kemarau.
Syed Saddiq menilai Malaysia tidak seharusnya menghadapi persoalan ini sendirian. Ia mendorong negara-negara ASEAN yang turut terdampak, termasuk Singapura, menyampaikan keberatan secara kolektif kepada pemerintah Indonesia.
"Kita harus mengirimkan nota diplomatik yang tegas bahwa Malaysia keberatan. Ini tidak boleh hanya menjadi sikap Malaysia, tetapi harus disepakati negara-negara ASEAN lainnya yang juga terdampak," ujarnya dalam sidang parlemen mengutip New Straits Times (15/10).
Ia bahkan menyarankan agar Indonesia diperlakukan sebagai pihak yang dikucilkan di kawasan apabila persoalan tersebut terus berulang tanpa penyelesaian yang memadai.
Usul Putus Pendanaan Perusahaan Pembakar Lahan
Selain tekanan diplomatik, Syed Saddiq mengusulkan langkah ekonomi untuk menekan perusahaan yang diduga terlibat dalam praktik pembakaran lahan.
Ia meminta lembaga keuangan di Malaysia dan Singapura, termasuk Maybank, CIMB, dan DBS, mempertimbangkan penghentian pembiayaan bagi perusahaan yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan.
Menurut dia, perusahaan yang terlibat tidak seharusnya terus memperoleh akses terhadap pinjaman maupun pasar modal.
Kabut Asap Ganggu Kesehatan dan Pendidikan
Krisis kabut asap yang melanda kawasan Asia Tenggara dalam beberapa pekan terakhir telah memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia dan negara tetangga.
Di Malaysia, polusi udara memaksa sekolah-sekolah di sejumlah wilayah ditutup. Syed Saddiq memperingatkan bahwa kondisi tersebut juga berpotensi memperlebar kesenjangan pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak memiliki akses memadai terhadap perangkat digital, internet stabil, atau les privat.
Ia juga menilai upaya mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup ramah lingkungan akan sulit memperoleh dukungan luas jika pembakaran hutan dalam skala besar terus terjadi di kawasan tersebut.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]