Gigi Sudah Ditambal, Tapi Sakit Lagi? Ini Lho Faktanya

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
02 October 2026 16:42
Mayapada Dental Care.
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Gigi sudah ditambal namun kembali sakit, ngilu, atau bahkan tambalannya lepas? Kondisi ini mungkin membuat orang bertanya-tanya apa yang jadi masalah pada gigi tersebut?

drg. Helen Jung, dokter gigi keturunan Korea dengan pengalaman internasional dan kemampuan komunikasi multibahasa, menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak selalu berarti tambalan gigi tidak kuat atau tidak berhasil.

"Tambalan memperbaiki bagian gigi yang sudah rusak, tetapi tidak otomatis menghilangkan penyebab kerusakan gigi," jelas drg. Helen dalam keterangan resmi, Jumat (2/10/2026).

Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah karies, yaitu proses kerusakan gigi ketika asam yang dihasilkan bakteri dalam plak secara bertahap merusak jaringan gigi. Jika plak masih menumpuk dan frekuensi konsumsi gula masih tinggi, proses karies dapat terus berlangsung, termasuk pada gigi yang sebelumnya sudah ditambal.

"Karena itu, ketika gigi yang sudah ditambal kembali bermasalah, kita perlu melihat apakah karies masih aktif dan faktor risikonya belum terkontrol," tambahnya.

Karies yang tidak ditangani dapat berkembang semakin dalam hingga mendekati pulpa, yaitu jaringan di bagian dalam gigi yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan gigi terasa semakin sakit atau sensitif.

"Gigi yang kembali sakit setelah ditambal tidak selalu disebabkan oleh karies. Keluhan juga dapat berkaitan dengan respons pulpa setelah perawatan, kebocoran di sekitar tambalan, atau retak pada gigi. Karena penyebabnya dapat berbeda, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan sumber keluhan sebelum menentukan perawatan yang sesuai," jelas drg. Astrid Anggia Simorangkir, Sp.KG, Dokter Spesialis Konservasi Gigi di Mayapada Dental Care.

Dalam kondisi ketika kerusakan sudah mencapai pulpa dan menyebabkan peradangan atau infeksi, Anda mungkin membutuhkan perawatan saluran akar (PSA) untuk menangani jaringan pulpa yang mengalami peradangan atau infeksi, sekaligus mempertahankan gigi agar dapat digunakan tanpa harus langsung dicabut.

drg. Astrid menekankan, ketika gigi yang sudah ditambal kembali sakit, jangan langsung berasumsi bahwa tambalannya tidak kuat. Segera periksa untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan apakah gigi cukup ditangani dengan tambalan atau membutuhkan perawatan lebih lanjut, termasuk perawatan saluran akar (PSA).

"Pemeriksaan gigi secara berkala juga penting untuk membantu mendeteksi karies dan kerusakan gigi sejak dini, sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks," jelas drg. Astrid.

Saat ditemui di Mayapada Dental Care, drg. Helen juga mengingatkan bahwa perawatan gigi tidak berhenti setelah tambalan selesai. Faktor yang berperan dalam proses karies juga perlu dikendalikan agar risiko kerusakan berulang dapat diminimalkan.

"Kebersihan gigi dan mulut serta frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis perlu diperhatikan. Selain itu, saliva atau air liur juga berperan dalam menjaga keseimbangan kondisi di dalam mulut dan melindungi permukaan gigi," jelasnya.

Jika gigi yang sudah ditambal kembali terasa sakit atau ngilu, tambalan lepas, makanan sering tersangkut di area tersebut, atau muncul perubahan lain pada gigi, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Jangan menunggu sampai rasa sakit semakin berat, karena kerusakan yang semakin dalam dapat meningkatkan kebutuhan akan perawatan yang lebih kompleks.

Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan perawatan yang sesuai, mulai dari memperbaiki atau mengganti tambalan, menangani karies, hingga melakukan perawatan saluran akar bila kondisi gigi sudah melibatkan jaringan pulpa. Jika dibiarkan, kerusakan gigi dapat berkembang hingga menyebabkan nyeri, infeksi, bahkan kehilangan gigi.

Untuk mencegah kondisi semakin berat, pemeriksaan sejak dini membantu dokter mengetahui penyebab dan menentukan perawatan yang sesuai, sekaligus menangani kerusakan dan mengurangi risiko masalah yang sama kembali terjadi. Mendukung kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Timur memiliki Mayapada Dental Care (MDC), layanan kesehatan gigi dan mulut yang menghadirkan comprehensive dental care dalam ekosistem rumah sakit.

MDC didukung oleh lebih dari 15 dokter gigi dari enam bidang spesialisasi, dengan layanan mulai dari kedokteran gigi umum, konservasi gigi dan endodontik, hingga penanganan kondisi yang lebih kompleks. Sebagai bagian dari ekosistem rumah sakit, MDC juga didukung akses ke layanan penunjang seperti radiologi, farmasi, serta Emergency 24/7 bila pasien membutuhkan penanganan kegawatdaruratan.

Untuk pemeriksaan gigi dan mulut, hubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau lakukan reservasi melalui aplikasi MyCare.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 4 dari 10 Anak Sekolah RI Alami Gigi Berlubang


Most Popular
Features