Prabowo Akui RI Krisis Nakes, Butuh Tambahan 84.781 Dokter Umum

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
14 August 2026 14:01
Pidato Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026). (REUTERS/Stringer)
Foto: REUTERS/Stringer

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menyoroti krisis tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia yang membuat pelayanan kesehatan belum merata dirasakan rakyat. Dia menyebut, hampir semua Puskesmas di Indonesia belum memiliki tenaga kesehatan yang lengkap. 

Mengutip data Kementerian Kesehatan, Prabowo merinci sebanyak 474 kabupaten/kota membutuhkan 84.781 dokter umum, 505 kabupaten/kota butuh tambahan 127.580 dokter gigi, dan k481 kabupaten kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis.

Kekurangan tenaga kesehatan terutama terjadi di wilayah Indonesia timur.

"Untuk itu selama 21 bulan terakhir, pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit," ujarnya, saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR-Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Secara khusus, dia menyoroti krisis dokter gigi yang harus segera diatasi. Sebab, kerusakan gigi bisa memicu kerusakan organ-organ lain di tubuh. 

Prabowo juga menyinggung program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau 108 juta orang sejak diluncurkan pada 2025. Program tersebut merupakan langkah preventif untuk mendeteksi faktor risiko dan penyakit sejak dini, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mencegah perburukan penyakit guna menekan beban biaya pengobatan. 

"Negara harus menjaga kesehatan rakyat sebelum mereka sakit berat," ujar Prabowo.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sistem Rujukan JKN Dirombak, Biaya Pengobatan Bisa Turun Hingga 50%


Most Popular
Features