Katarak Tak Selalu Menunggu Tua, Kenali Faktor Risikonya

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Rabu, 30/09/2026 17:43 WIB
Foto: Mata Katarak. (Dok. Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Katarak identik dengan penyakit yang muncul seiring bertambahnya usia. Namun, anggapan bahwa katarak hanya dialami orang lanjut usia tidak sepenuhnya tepat.

Gangguan penglihatan yang terjadi ketika lensa alami mata menjadi keruh ini memang paling sering berkaitan dengan proses penuaan, namun sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risiko katarak, termasuk diabetes, riwayat cedera atau operasi mata, penggunaan obat tertentu, hingga faktor genetik.

Katarak terjadi ketika lensa mata yang semula jernih mengalami kekeruhan. Akibatnya, cahaya tidak dapat diteruskan secara optimal sehingga penglihatan dapat menjadi buram seperti berkabut, mata lebih mudah silau, dan warna terlihat lebih kekuningan.


Dokter spesialis mata JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Milzan Murtadha, SpM, mengatakan pertambahan usia memang menjadi faktor yang paling umum menyebabkan katarak. Namun, kondisi kesehatan dan riwayat pasien juga perlu diperhatikan.

"Katarak memang paling sering ditemukan seiring bertambahnya usia, tetapi faktor yang memengaruhinya cukup beragam. Kondisi seperti diabetes, riwayat trauma atau operasi pada mata, penggunaan obat tertentu, hingga faktor genetik juga perlu diperhatikan," kata Milzan saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, pemeriksaan mata penting dilakukan untuk mengetahui kondisi mata secara menyeluruh dan melihat faktor-faktor yang mungkin meningkatkan risiko katarak pada seseorang.

Diabetes hingga Cedera Mata

Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah diabetes. Gangguan kadar gula darah dapat memengaruhi kesehatan mata dan meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi mata, termasuk katarak.

Selain diabetes, seseorang yang pernah mengalami cedera atau menjalani operasi pada mata juga memiliki faktor risiko yang perlu diperhatikan. Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu tertentu serta faktor genetik juga dapat berperan.

Artinya, munculnya katarak tidak selalu harus menunggu seseorang memasuki usia lanjut.

Meski demikian, faktor usia tetap menjadi penyebab yang paling umum. Seiring bertambahnya usia, perubahan pada protein di dalam lensa mata dapat menyebabkan lensa secara perlahan menjadi keruh.

Kapan Katarak Mulai Mengganggu?

Pada tahap awal, katarak dapat berkembang tanpa menimbulkan gangguan yang terlalu terasa. Namun, seiring waktu, kekeruhan lensa dapat semakin mengganggu fungsi penglihatan.

Gejalanya dapat berupa pandangan buram atau berkabut, lebih sensitif terhadap cahaya, sulit melihat dalam kondisi minim cahaya, hingga warna yang terlihat lebih pudar atau kekuningan.

Gangguan tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, seperti membaca, bekerja di depan komputer, berkendara, maupun mengenali lingkungan sekitar.

Jika terus berkembang tanpa penanganan yang tepat, katarak dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang semakin berat dan pada kondisi tertentu dapat berujung pada kebutaan.

Namun, tidak semua katarak harus langsung ditangani dengan operasi.

Milzan mengatakan keputusan mengenai waktu operasi perlu mempertimbangkan seberapa besar katarak telah mengganggu fungsi penglihatan dan aktivitas pasien.

"Yang perlu diperhatikan bukan hanya ada atau tidaknya katarak, tetapi sejauh mana kondisi tersebut sudah memengaruhi fungsi penglihatan dan aktivitas pasien. Perjalanan katarak dan kebutuhan setiap orang berbeda, sehingga waktu serta pilihan penanganannya juga perlu ditentukan berdasarkan pemeriksaan dan diskusi bersama dokter," ujarnya.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Indonesia Telah Raih 27 Medali di Ajang Asian Games 2026