Daftar Negara Jago Matematika di Dunia 2026, China Pimpin Skor
Jakarta, CNBC Indonesia - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan dominasi negara-negara dan wilayah Asia Timur dalam kemampuan matematika siswa berusia 15 tahun.
China, yang dalam penilaian PISA diwakili oleh Beijing, Shanghai, Jiangsu, dan Zhejiang, mencatat skor matematika tertinggi dengan 612 poin.
PISA merupakan penilaian internasional yang diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengukur kemampuan siswa dalam bidang matematika, membaca, dan sains.
Penilaian ini tidak sekadar menguji kemampuan menghafal rumus atau mengikuti prosedur, tetapi juga melihat sejauh mana siswa mampu menerapkan pengetahuan dan penalaran untuk menghadapi persoalan dalam kehidupan nyata.
PISA 2025 melibatkan ebih dari 760.000 siswa dari 91 negara dan perekonomian berpartisipasi, yang secara statistik mewakili sekitar 33 juta remaja berusia 15 tahun di sekolah-sekolah di seluruh dunia.
Dalam hasil matematika, China berada di posisi teratas dengan skor 612 poin, disusul Singapura dengan 563 poin. Selisih keduanya mencapai 49 poin.
Makau berada di posisi berikutnya dengan 549 poin, sementara China Taipei mencatat 546 poin. Jepang berada di urutan selanjutnya dengan 525 poin, diikuti Korea dengan 522 poin dan Hong Kong dengan skor yang sama.
Berikut daftar skor matematika PISA 2025 yang tercantum dalam data OECD:
1. China - 612 poin
2. Singapura - 563 poin
3. Makau - 549 poin
4. Taiwan - 546 poin
5. Jepang - 525 poin
6. Korea Selatan - 522 poin
7. Hong Kong - 522 poin
8. Estonia - 508 poin
9. Swiss - 499 poin
10. Inggris - 488 poin
11. Kanada - 485 poin
12. Polandia - 484 poin
13. Belanda - 483 poin
14. Selandia Baru - 480 poin
15. Irlandia - 480 poin
16. Belgia - 480 poin
17. Australia - 478 poin
18. Austria - 477 poin
19. Ceko - 477 poin
20. Denmark - 471 poin
21. Lituania - 470 poin
22. Finlandia - 469 poin
22. Slovakia - 469 poin
24. Italia - 468 poin
25. Jerman - 464 poin
25. Swedia - 464 poin
27. OECD average - 463 poin
27. Amerika Serikat - 463 poin
28. Turki - 462 poin
29. Slovenia - 460 poin
29. Portugal - 460 poin
29. Latvia - 460 poin
32. Hungaria - 459 poin
33. Prancis - 458 poin
33. Luksemburg - 458 poin
35. Spanyol - 457 poin
36. Kroasia - 455 poin
37. Uni Emirat Arab - 453 poin
38. Norwegia - 452 poin
39. Islandia - 450 poin
40. Vietnam - 443 poin
Sebagai pembanding, rata-rata skor matematika negara-negara OECD berada di angka 463 poin. Dengan demikian, skor China berada 149 poin di atas rata-rata OECD, sedangkan Singapura unggul 100 poin.
Hubungan Skor Matematika dengan Penggunaan Gadget
PISA juga menyoroti hubungan antara waktu yang dihabiskan siswa untuk aktivitas digital di luar sekolah dan hasil belajar. Namun, temuan ini perlu dipahami sebagai hubungan statistik, bukan bukti bahwa penggunaan perangkat digital secara langsung menyebabkan turunnya prestasi.
Analisis OECD menunjukkan siswa yang menggunakan perangkat digital untuk hiburan selama dua hingga empat jam per hari di luar sekolah cenderung memiliki skor matematika lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan perangkat dalam waktu lebih sedikit. Sebaliknya, siswa yang menghabiskan lebih dari empat jam sehari untuk aktivitas digital hiburan cenderung memperoleh skor matematika lebih rendah dibandingkan kelompok pengguna moderat.
OECD menegaskan bahwa data tersebut tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Faktor lain, termasuk kondisi sosial-ekonomi, keterlibatan dalam pembelajaran, dan kebiasaan siswa, juga dapat berperan dalam hubungan antara penggunaan perangkat digital dan hasil pendidikan.
(hsy/hsy)