Pria Gugat AI usai Ikuti Rekomendasi Berujung Kecelakaan Fatal

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Selasa, 22/09/2026 13:15 WIB
Foto: Ilustrasi artificial Intelegence (AI). (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria di China menggugat perusahaan teknologi AI setelah mengikuti rekomendasi chatbot untuk menentukan tanggal pemakaman ibunya. Keputusan tersebut kemudian dikaitkan keluarganya dengan sebuah kecelakaan yang menyebabkan salah satu kerabat mengalami luka serius.

Melansir South China Morning Post, kasusini terjadi di Kabupaten Jiashan, Provinsi Zhejiang. Menurut laporan Jimu News yang dikutip sejumlah media, pria bermarga Shi kehilangan ibunya akibat penyakit mendadak pada April 2026. Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, Shi ikut menentukan waktu pemakaman sang ibu. Keluarga sebelumnya telah berkonsultasi dengan seorang ahli feng shui dan memilih 20 April sebagai tanggal pemakaman.

Namun, Shi kemudian merasa ragu karena 20 April merupakan hari keempat setelah kematian ibunya. Dalam sebagian kepercayaan dan adat setempat, hari dengan angka genap dianggap kurang baik untuk pemakaman.


Ia pun meminta pendapat chatbot AI untuk mencari alternatif.

AI Beri Rekomendasi Tanggal Pemakaman

Chatbot tersebut menyarankan 19 April sebagai tanggal pemakaman. Robot tersebut juga memberikan sejumlah rekomendasi mengenai ritual tradisional, termasuk pembakaran replika kuda dan uang kertas sebelum prosesi pemakaman.

Shi mengikuti rekomendasi tersebut dan memberitahukan tanggal yang direkomendasikan AI kepada kerabatnya.

Tak lama setelah pemakaman, salah seorang kerabat Shi mengalami luka serius dalam kecelakaan lalu lintas. Sejumlah anggota keluarga kemudian mengaitkan kecelakaan itu dengan tanggal pemakaman. Mereka meyakini keputusan tersebut telah mengganggu feng shui keluarga dan membawa nasib buruk.

Namun, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tanggal pemakaman menyebabkan kecelakaan tersebut. Hubungan tersebut merupakan keyakinan yang disampaikan keluarga dan menjadi bagian dari alasan Shi mempersoalkan saran chatbot.

Shi Gugat Perusahaan Pengembang AI

Shi menganggap chatbot telah memberikan informasi yang menyesatkan dan merusak hubungan di dalam keluarganya.

Ia kemudian menggugat Beijing Chuntian Zhiyun Technology, perusahaan yang menyediakan perangkat lunak chatbot tersebut. Dalam gugatannya, Shi meminta permintaan maaf dan kompensasi, meski jumlah ganti rugi yang dituntut tidak diungkapkan.

Ironisnya, chatbot yang sama juga digunakan Shi dalam mempersiapkan gugatan. Sistem tersebut disebut membantunya menyusun dokumen hukum sekaligus memahami prosedur litigasi.

Perusahaan Sebut AI Hanya untuk Referensi

Beijing Chuntian Zhiyun Technology membantah bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Perusahaan berargumen bahwa tidak terjadi pelanggaran secara daring dan menunjuk pada ketentuan penggunaan layanan.

Dalam ketentuan tersebut, informasi yang dihasilkan AI dinyatakan hanya sebagai bahan referensi dan bukan merupakan nasihat profesional.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jorge Martin Pimpin Klasemen Sementara MotoGP