Gejala Diabetes Ternyata Bisa Muncul di Kulit, Cek 10 Tandanya

Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 13/09/2026 08:45 WIB
Foto: Tanda pada kulit jika terkena diabetes. (Dok. https://www.aad.org/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengidap diabetes diketahui jauh lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan kulit dibandingkan orang normal. Salah satu pemicu utamanya adalah neuropati, yakni kondisi ketika kadar gula darah tinggi merusak sistem saraf tubuh secara perlahan.

Gatal-gatal kronis sering kali menjadi gejala awal dari polineuropati diabetik akibat kerusakan saraf tersebut. Tak hanya itu, sejumlah kondisi dermatologis spesifik juga kerap muncul sebagai alarm tubuh atas lonjakan gula darah yang tidak terkontrol.

Mengutip berbagai sumber medis, berikut adalah 10 masalah kulit yang bisa menjadi pertanda atau komplikasi dari penyakit diabetes:


1. Dermopati Diabetik (Bintik-bintik Kering)

Gejala ini ditandai dengan kemunculan bintik-bintik atau garis-garis kecokelatan pada kulit, yang umumnya menyerang area kaki bagian bawah. Dalam kasus yang jarang terjadi, bintik-bintik kering ini juga bisa ditemukan di bagian lengan, paha, hingga batang tubuh.

2. Benjolan Kecil di Lipatan Tubuh

Penderita diabetes kerap mendapati benjolan-benjolan kecil berukuran mikro yang tumbuh di area tertentu, seperti paha, lekukan siku, atau bagian belakang lutut.

3. Ruam Merah Berbentuk Cincin (Granuloma Annulare) 

Tanda klinis lainnya adalah munculnya ruam kemerahan di kulit yang membentuk pola melingkar atau cincin, biasanya ditemukan di bagian tangan dan kaki. Berdasarkan sejumlah studi, ruam ini juga bisa datang dan pergi pada area kulit yang cukup luas.

4. Kulit Kering dan Gatal Kronis

Sirkulasi darah yang buruk dan dehidrasi sel kulit membuat pengidap diabetes sering merasakan kulit yang sangat kering. Kondisi ini memicu rasa gatal hebat yang kerap menjadi indikasi awal kerusakan saraf (polineuropati diabetik).

5. Benjolan Padat Mirip Jerawat (Eruptive Xanthomatosis)

Pada tahap tertentu, pengidap diabetes bisa mendapati benjolan kecil padat yang menyerupai jerawat. Seiring waktu, bentuknya akan berubah menjadi bercak kulit yang bengkak, keras, dengan gradasi warna kuning, kemerahan, atau cokelat.

6. Bercak Kulit Gelap (Acanthosis Nigricans)

Kondisi ini ditandai dengan munculnya area kulit yang menghitam dan menebal seperti beludru, biasanya terlihat di area lipatan leher, ketiak, atau selangkangan. Fenomena ini juga sering kali menjadi sinyal peringatan dini kondisi pradiabetes.

7. Kulit Menjadi Keras dan Menebal

Komplikasi diabetes yang sulit diobati kerap memicu penebalan kulit, membuat permukaannya terasa kencang bagaikan lilin-terutama di punggung tangan. Kondisi ini bahkan bisa menjalar ke lengan bawah, punggung atas, bahu, leher, hingga dada.

8. Kulit Melepuh Tanpa Sebab Jelas

Kulit melepuh secara spontan dapat dialami oleh penderita diabetes di area tangan, kaki, tungkai, atau lengan bawah. Sekilas bentuknya mirip luka akibat terbakar serius, namun lepuhan khas diabetes ini biasanya disertai rasa nyeri.

9. Infeksi Kulit Berulang

Kadar gula darah yang tinggi menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur. Akibatnya, pengidap diabetes sangat rentan mengalami infeksi kulit yang ditandai dengan rasa panas, bengkak yang menyakitkan, ruam gatal, lepuhan kecil, hingga kulit bersisik di sekitar kuku jari atau kulit kepala.

10. Luka Terbuka yang Sulit Sembuh (Ulkus Diabetik)

Kombinasi antara tingginya kadar gula darah, sirkulasi darah yang buruk, dan kerusakan saraf membuat tubuh kehilangan kemampuan optimalnya untuk meregenerasi sel. Akibatnya, luka terbuka atau goresan kecil di kaki menjadi sangat sulit disembuhkan dan berisiko berkembang menjadi ulkus diabetik yang berbahaya.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:

Video: PBSI Bidik 1 Emas di Asian Games 2026