Ini Ancaman Menakutkan Masuk Wahana Rumah Hantu

Thea Arbar, CNBC Indonesia
Sabtu, 05/09/2026 16:45 WIB
Foto: Rumah Hantu Drive-in di Jepang (AP/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masuk wahana rumah hantu tidak hanya memicu rasa takut dan terkejut, tetapi juga dapat meningkatkan kerja jantung. Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai oleh orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Dokter Penyakit Dalam IPB University dr Christy Efiyanti, SpPD, mengatakan rasa takut memicu respons alami tubuh yang disebut fight-or-flight.

"Saat menghadapi ancaman, tubuh bereaksi dengan peningkatan detak jantung, denyut nadi yang lebih cepat, dan keluarnya keringat," ungkap dr Christy, dikutip Sabtu (5/9/2026).


Respons tersebut terjadi ketika sistem saraf simpatis aktif dan memicu pelepasan hormon, termasuk adrenalin. Akibatnya, jantung berdetak lebih cepat untuk menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh, sedangkan pembuluh darah dapat menyempit dan menyebabkan tekanan darah meningkat.

Menurut dr Christy, peningkatan detak jantung dan tekanan darah secara bersamaan dapat membuat beban kerja jantung meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian bagi orang dengan penyakit jantung, hipertensi, penyakit arteri koroner, gagal jantung, maupun gangguan irama jantung.

Casts as zombies perform by the window of a vehicle during a demonstration of a drive-in haunted house show at a garage Tuesday, Aug. 18, 2020, in Tokyo. Visitors remain in vehicles as taking prevention measures against the COVID-19 pandemic, while ghosts, zombies and other characters spook the visitors. Visitors could experience the entertainment with the safety of being inside their own vehicles. Or, a vehicle provided by the program is also available for rent at the site. (AP Photo/Eugene Hoshiko) Foto: Rumah Hantu Drive-in di Jepang (AP/Eugene Hoshiko)

"Beban kerja jantung yang meningkat drastis dalam situasi yang memicu ketakutan hebat dapat berujung pada serangan jantung, meski hal tersebut sangat jarang terjadi," jelasnya.

Lonjakan adrenalin juga dapat menyebabkan dampak serius pada penderita penyakit jantung, seperti pelemahan otot jantung, gagal jantung hingga serangan jantung. Karena itu, orang dengan riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau yang sering pingsan akibat gangguan irama jantung disarankan menghindari aktivitas dengan rangsangan ketakutan yang intens.

Jika seseorang pingsan setelah mengalami ketakutan, korban dapat dibaringkan telentang. Bila tidak mengalami cedera dan masih bernapas, kaki dapat diangkat sekitar 30 sentimeter lebih tinggi dari posisi jantung, pakaian yang ketat dilonggarkan, dan korban tidak langsung berdiri setelah sadar.

"Apabila korban tidak sadar kembali dalam waktu satu menit, segera hubungi layanan darurat setempat. Periksa pula pernapasan dan denyut nadinya," kata dr Christy. Jika korban tidak bernapas, CPR perlu segera dilakukan hingga bantuan medis tiba atau korban kembali bernapas.


(tfa/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina Eco Runfest 2026 Bawa Inisiatif Ramah Lingkungan