USG atau Mammografi, Mana yang Tepat Deteksi Dini Kanker Payudara?

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
19 August 2026 12:19
Dok Mayapada Hospital
Foto: Dok Mayapada Hospital

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjaga kesehatan payudara merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup perempuan. Namun, karena kanker payudara sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal, banyak kasus baru terdeteksi setelah keluhan mulai muncul.

Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting yang perlu dilakukan melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS), serta skrining payudara sesuai rekomendasi dokter. Dalam skrining payudara, USG mammae dan mammografi menjadi dua metode pemeriksaan yang berperan penting untuk membantu mendeteksi kelainan sejak dini, bahkan sebelum muncul gejala atau benjolan yang dapat dirasakan.

dr. Ismairin Oesman dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, mengatakan kanker payudara pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Tidak sedikit pasien yang baru memeriksakan diri setelah menemukan benjolan atau perubahan pada payudara.

"Padahal, deteksi dini dapat membantu menemukan kelainan lebih awal sehingga peluang keberhasilan penanganan menjadi lebih baik. Karena itu, perempuan perlu lebih peka terhadap perubahan pada payudara dan segera berkonsultasi apabila menemukan keluhan yang tidak biasa," jelas dr. Ismairin dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).

Skrining secara berkala dapat membantu mendeteksi perubahan pada payudara sejak dini, bahkan sebelum menimbulkan keluhan. dr. Dharmayanti Francisca Badudu dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan, pemeriksaan payudara sebaiknya tidak menunggu hingga muncul benjolan atau keluhan tertentu.

"Dengan melakukan skrining sesuai usia dan faktor risiko, perubahan pada payudara dapat diketahui lebih awal sehingga peluang penanganan yang tepat menjadi lebih besar," jelas dr. Dharmayanti

Pemilihan jenis pemeriksaan umumnya disesuaikan dengan usia, kondisi jaringan payudara, serta hasil evaluasi dokter. dr. Nina Irawati, Sp.B(K) Onk-KL dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, USG mammae menggunakan gelombang suara untuk membantu melihat struktur jaringan payudara dan sering digunakan pada perempuan dengan jaringan payudara yang lebih padat.

"Sementara itu, mammografi menggunakan sinar-X dosis rendah untuk membantu mendeteksi kelainan pada payudara, termasuk perubahan yang belum dapat dirasakan melalui pemeriksaan fisik," jelas dr. Nina

Pada perempuan berusia di bawah 40 tahun, termasuk ibu menyusui, USG mammae sering menjadi pemeriksaan awal karena jaringan payudara cenderung lebih padat. Sementara itu, mammografi umumnya direkomendasikan sebagai salah satu metode skrining pada perempuan usia 40 tahun ke atas.

USG mammae dan mammografi memiliki peran yang saling melengkapi dalam membantu mendeteksi kelainan pada payudara. Untuk mendukung diagnosis dan penanganan kanker secara komprehensif, Mayapada Hospital memiliki Oncology Center yang menyediakan layanan terintegrasi mulai dari skrining, pemeriksaan diagnostik, penentuan terapi, hingga pemantauan selama perawatan. Layanan ini didukung kolaborasi tim dokter dari berbagai spesialisasi, Tumor Board yang berperan dalam menentukan rencana perawatan, serta Patient Navigator yang mendampingi pasien selama proses perawatan.

Selain itu, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) juga memiliki Poli Kedokteran Nuklir dengan layanan SPECT-CT Scan yang membantu dokter menilai fungsi organ sekaligus memperoleh gambaran kondisi tubuh secara lebih menyeluruh. Pemeriksaan ini dapat mendukung penentuan stadium penyakit, perencanaan terapi, hingga evaluasi respons pengobatan. Didukung teknologi pencitraan terkini, layanan ini menghasilkan gambar yang lebih tajam, waktu pemeriksaan yang lebih cepat, serta paparan radiasi yang lebih rendah (low radiation).

Informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Merasa Sehat Bukan Berarti Bebas Risiko Kanker, Yuk Lakukan Skrining?


Most Popular
Features