4 Buah Ampuh Cegah Kanker Payudara Menurut Ahli Onkologi

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
03 June 2026 08:40
Buah Tin, salah satu buah yang disebut dalam Al Quran.
Foto: Auguste A via Unsplash
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita perempuan di dunia. Meski tidak ada makanan yang bisa sepenuhnya mencegah kanker, para ahli kesehatan menegaskan bahwa pola makan sehat dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit ini.

Seorang ahli diet dan onkologi Natalie Ledesma, M.S., RDN, mengungkapkan bahwa tidak ada satu pun makanan yang dapat mencegah kanker payudara. Namun ada beberapa jenis buah kaya antioksidan, vitamin, dan senyawa alami yang berpotensi membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel penyebab kanker, termasuk kanker payudara.

"Konsumsi buah yang tinggi telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara sebesar 7%. Buah-buahan mengandung serat dan fitonutrien-terutama polifenol, antosianin, fisetin, quercetin, hesperidin, dan limonene-yang tampaknya merupakan faktor paling signifikan dalam mengurangi risiko kanker payudara," kata Ledesma.

Berikut empat buah yang ampuh mengurangi risiko kanker payudara tersebut mengutip Eating Well.

1. Apel

Apel termasuk buah yang paling kaya polifenol, dan banyak penelitian yang menghubungkannya dengan pengurangan risiko kanker payudara.

Studi observasional mengaitkan konsumsi apel dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah. Quercetin, salah satu polifenol yang paling melimpah dalam apel, berperan dalam menargetkan berbagai jalur yang terlibat dalam pertumbuhan sel kanker, kematian sel kanker, dan penyebaran tumor.

Kulit apel kaya akan triterpenoid, senyawa yang telah terbukti memperlambat pertumbuhan tumor dalam penelitian pada hewan dan memicu kematian sel pada sel kanker payudara triple-negatif.

2. Buah Beri

Kelompok buah beri seperti stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry dikenal kaya akan antioksidan bernama anthocyanin. Senyawa ini membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh.

Selain itu, buah beri juga mengandung serat tinggi yang baik untuk menjaga keseimbangan hormon estrogen. Kadar estrogen yang tidak seimbang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Para peneliti percaya blackberry dapat bekerja dalam berbagai jalur biologis, termasuk menghambat penyebaran sel kanker payudara.

Salah satu antosianin dalam buah beri, delphinidin, terbukti dalam penelitian laboratorium dapat menghambat pertumbuhan tumor dan mengaktifkan kembali respons imun antitumor pada sel kanker payudara triple-negatif.

3. Ceri

Buah berbiji yang berwarna pekat ini kaya akan antosianin. Sebuah studi pada hewan baru-baru ini menunjukkan bahwa antosianin dalam ceri dapat memperlambat pertumbuhan dan penyebaran kanker payudara triple-negatif, salah satu bentuk kanker payudara yang paling agresif.

Asupan antosianin sebelum perkembangan tumor secara signifikan menunda pertumbuhan tumor tanpa tanda-tanda toksisitas. 

Selain antosianinnya, ceri juga mengandung vitamin C, kalium, dan serat. Studi lain menunjukkan bahwa sifat anti-inflamasi ceri berperan dalam potensi efek perlindungan terhadap kanker.

4. Buah Kering

Kismis, kurma, buah tin, dan prem lebih bermanfaat daripada yang dikira. Meskipun buah kering terkadang dianggap buruk karena kepadatan kalorinya, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa buah kering memiliki manfaat yang melindungi dari kanker.

Beberapa penelitian menghubungkan asupan buah kering yang lebih tinggi dengan penurunan risiko kanker payudara. Baru-baru ini, analisis genomik menemukan tumpang tindih genetik yang signifikan antara orang yang cenderung makan lebih banyak buah kering dan mereka yang memiliki kerentanan genetik lebih rendah terhadap kanker payudara.

Buah tin layak mendapat perhatian khusus. Sangat kaya akan polifenol, flavonoid, dan senyawa bioaktif lainnya, buah Mediterania kuno ini menarik perhatian dalam penelitian laboratorium yang menghubungkan ekstrak buah tin dengan pengurangan risiko kanker payudara.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article AI Masuk Dunia Medis, Deteksi Kanker Jadi Lebih Cepat


Most Popular
Features