Merasa Sehat Bukan Berarti Bebas Risiko Kanker, Yuk Lakukan Skrining?

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Jumat, 07/08/2026 17:39 WIB
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagai perempuan, pernahkah kamu bertanya apakah merasa sehat benar-benar berarti bebas dari risiko penyakit serius? Faktanya, kanker payudara dan kanker serviks sering kali berkembang secara diam-diam tanpa gejala pada stadium awal, sehingga baru terdeteksi ketika telah memasuki stadium yang lebih lanjut.

Itulah mengapa deteksi dini menjadi langkah penting untuk menemukan kelainan sedini mungkin, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan peluang kesembuhan menjadi lebih besar.

Di Indonesia, kanker payudara dan kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan. Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 68.858 kasus baru kanker payudara pada tahun 2020, menjadikannya jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia.


Di sisi lain, lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks terdeteksi setiap tahun, dan sekitar 70% di antaranya baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengingatkan masyarakat agar tidak takut menjalani skrining kanker.

"Kanker sekarang itu bisa disembuhkan. Cancer is curable. Jadi tidak usah takut bahwa, aduh, kalau kena kanker lebih baik saya tidak diperiksa saja," ujarnya dikutip Jumat (7/8/2026).

Di lapangan, tidak sedikit pasien kanker payudara baru datang untuk memeriksakan diri setelah merasakan benjolan atau perubahan pada payudara, padahal pada stadium awal penyakit ini kerap berkembang tanpa gejala yang jelas.

Dokter Bajuadji Sp.B (K) Onk menyebut banyak pasien baru datang untuk memeriksakan diri ketika sudah merasakan benjolan, nyeri, atau perubahan pada payudara. Padahal kanker payudara pada stadium awal sering kali belum menimbulkan keluhan yang jelas.

"Oleh karena itu, skrining rutin dan pemeriksaan yang sesuai dengan usia maupun faktor risiko menjadi langkah penting untuk membantu mendeteksi kelainan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan optimal," jelas dia.

Senada dengan hal tersebut, dr. Denny Sanjaya, Sp.OG, Subsp. Onk, menekankan bahwa deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan rutin juga tidak kalah penting.

"Kanker serviks umumnya tidak menimbulkan keluhan yang khas pada tahap awal. Karena itu, skrining rutin seperti Pap Smear atau pemeriksaan HPV sangat penting untuk mendeteksi perubahan sel sedini mungkin, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih lanjut," ujarnya.

Menjaga kesehatan perempuan tidak hanya dilakukan saat keluhan muncul, tetapi juga melalui pemeriksaan rutin untuk mendeteksi berbagai risiko penyakit sejak dini. Sejalan dengan pentingnya deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks, Women's Health Center Bethsaida Hospital hadir sebagai pusat layanan kesehatan perempuan yang komprehensif dan terintegrasi untuk mendukung kebutuhan kesehatan perempuan di setiap tahap kehidupan.

Dengan konsep one stop service yang didukung sistem Electronic Medical Record (EMR) dan pendampingan Personal Care Assistant (PCA), Women's Health Center Bethsaida Hospital menghadirkan pengalaman layanan yang lebih terintegrasi sehingga pasien bisa menjalani konsultasi, pemeriksaan, hingga penanganan lanjutan secara lebih nyaman dan efisien dalam satu layanan terpadu.

Kenali Risiko Sebelum Gejala Muncul

Sebagai bagian dari upaya deteksi dini, Women's Health Center Bethsaida Hospital menyediakan berbagai layanan skrining yang didukung fasilitas diagnostik modern. Untuk membantu mendeteksi kelainan pada payudara sejak tahap awal, tersedia pemeriksaan USG payudara dan mammografi yang bisa disesuaikan dengan usia serta faktor risiko masing-masing pasien.

Sementara itu, untuk skrining kanker serviks tersedia pemeriksaan Pap Smear ThinPrep dan HPV DNA melalui metode co-testing yang membantu mendeteksi perubahan sel abnormal pada leher rahim sekaligus mengidentifikasi infeksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi yang menjadi penyebab utama kanker serviks. Pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk menemukan kelainan lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan secara lebih optimal.

Pendampingan Kesehatan yang Sesuai Kebutuhan Perempuan

Selain layanan skrining kanker, Women's Health Center Bethsaida Hospital juga menyediakan layanan kesehatan perempuan yang komprehensif mulai dari konsultasi ginekologi, kesehatan reproduksi, program kehamilan, pemantauan kehamilan, hingga pemeriksaan kesehatan tulang melalui Bone Mineral Densitometry (BMD), terutama bagi perempuan yang memasuki masa menopause dan memiliki risiko osteoporosis. Didukung oleh tim dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang berpengalaman serta fasilitas modern, setiap pasien bisa memperoleh penanganan yang lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing.

Banyak penyakit pada perempuan, termasuk kanker payudara dan kanker serviks, bisa ditangani dengan lebih baik ketika ditemukan sejak dini. Karena itu, memahami risiko, mengenali pentingnya skrining, dan melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi bagian penting dari investasi kesehatan jangka panjang.

Dengan dukungan layanan yang komprehensif dan terintegrasi, perempuan bisa lebih mudah memperoleh akses terhadap pemeriksaan dan pendampingan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Melalui Women's Health Center yang tersedia di Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Bethsaida Hospital Serang, perempuan bisa memperoleh layanan kesehatan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan mereka di setiap tahap kehidupan, mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga penanganan yang komprehensif.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Luis Figo Desak Infantino Mundur Usai Kontroversi Saham Piala Dunia