Argentina Terancam Sanksi, FIFA Resmi Mulai Proses Disipliner

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Kamis, 30/07/2026 09:10 WIB
Foto: Leandro Paredes bersitegang dengan Gavi usai laga final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Spanyol di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026), setelah Spanyol keluar sebagai juara dunia. (REUTERS/Mike Segar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi membuka proses disiplin terhadap tim nasional Argentina menyusul serangkaian insiden perilaku buruk sepanjang turnamen, termasuk keributan pasca-kekalahan mereka dari Spanyol, di Piala Dunia.

Melansir laporan BBC, FIFA telah menunjuk seorang jaksa disiplin dan etika untuk mengevaluasi insiden yang terjadi di Stadion New York New Jersey pada Juli lalu. Evaluasi ini dipicu oleh keributan massal antara sejumlah pemain serta staf pendukung Argentina dengan para pemain Spanyol sesaat setelah peluit panjang berbunyi, yang menandai kekalahan 1-0 Argentina atas Spanyol.

Atas rekomendasi jaksa, FIFA akan menyelidiki pemain Argentina Nahuel Molina (dua dakwaan) dan Leandro Paredes (tiga dakwaan), dan asisten pelatih Argentina Roberto Ayala (satu dakwaan) atas dugaan penyerangan berdasarkan pasal 14 kode disiplin FIFA.


Selain dakwaan penyerangan, Molina juga menghadapi satu dakwaan tambahan terkait dugaan perilaku tidak sportif berdasarkan pasal yang sama. Dakwaan serupa mengenai perilaku tidak sportif ini juga dijatuhkan kepada rekan setimnya, Thiago Almada, serta gelandang timnas Spanyol, Gavi.

Merujuk pada regulasi ketat Kode Disiplin FIFA, para pemain dan ofisial yang terbukti bersalah terancam hukuman berat. Sanksi minimal untuk perilaku tidak sportif adalah skorsing satu pertandingan, sementara untuk tindakan penyerangan, pelaku menghadapi hukuman minimal skorsing tiga pertandingan.

Tidak hanya individu pemain, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) juga berada di bawah investigasi serius atas potensi pelanggaran sistemik di beberapa pertandingan sepanjang turnamen.

FIFA membidik AFA dengan sejumlah pasal berlapis, meliputi:

- Pasal 13: Menggunakan acara olahraga untuk demonstrasi yang bukan bersifat olahraga.

- Pasal 14: Perilaku buruk tim.

- Pasal 15: Diskriminasi dan pelecehan rasis.

- Pasal 17: Pelanggaran ketertiban dan keamanan di pertandingan.

Tuduhan pelanggaran Pasal 17 tersebut berkaitan erat dengan sejumlah insiden di lapangan, seperti nyanyian dan gestur diskriminatif, keterlambatan kick-off, penampilan pesan yang tidak pantas oleh tim maupun penonton, hingga aksi pelemparan benda ke dalam lapangan oleh suporter.

Selain keributan di partai final, salah satu pelanggaran yang menjadi sorotan tajam adalah aksi politik para pemain Argentina saat merayakan kemenangan atas Inggris di babak semifinal. Kala itu, skuad Albiceleste membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" (Kepulauan Falkland adalah Argentina) untuk mendukung klaim teritorial negara mereka. Aksi inilah yang memicu dakwaan pelanggaran Pasal 13 terkait demonstrasi non-olahraga.

Hingga saat ini, FIFA masih terus melakukan pendalaman formal sebelum merilis keputusan akhir terkait sanksi dan denda yang akan dijatuhkan kepada para pihak terlibat.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Timnas Iran Gagal di Piala Dunia, Kepala Keamanan AS Berjoget Ria