Viral, Foto Donald Trump Saat Perayaan Juara Spanyol di Piala Dunia

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
20 July 2026 18:40
Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino menyaksikan para pemain Spanyol merayakan keberhasilan menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 dengan trofi usai laga final melawan Argentina di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jer
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino menyaksikan para pemain Spanyol merayakan keberhasilan menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 dengan trofi usai laga final melawan Argentina di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). (IMAGN IMAGES via Reuters/MARK J REBILAS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Final Piala Dunia tidak hanya menyisakan cerita tentang kejayaan sepak bola Spanyol, tetapi juga drama di luar lapangan yang melibatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sang presiden kini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah tampak menolak meninggalkan panggung saat prosesi penyerahan trofi, ditambah dengan mencuatnya kembali teori "Kutukan Trump."

Spanyol sukses meraih gelar juara Piala Dunia setelah menumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini menandai bintang emas kedua bagi tim Matador setelah kesuksesan pertama mereka pada tahun 2010 silam.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino bertepuk tangan setelah menyerahkan trofi Piala Dunia FIFA kepada Spanyol setelah kemenangannya di final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey di East Rutherford, New Jersey, AS, 19 Juli 2026. (REUTERS/Evan Vucci)Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino bertepuk tangan setelah menyerahkan trofi Piala Dunia FIFA kepada Spanyol setelah kemenangannya di final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey di East Rutherford, New Jersey, AS, 19 Juli 2026. (REUTERS/Evan Vucci) Foto: REUTERS/Evan Vucci

Kekalahan Argentina langsung memicu kehebohan di jagat maya mengenai teori "Kutukan Trump." Sebelum laga dimulai, Trump secara terbuka menyatakan dukungannya untuk Argentina.

"Sulit untuk bertaruh melawan Messi," ujar Trump saat berbicara kepada Fox menjelang pertandingan.

Dalam kesempatan tersebut, Trump juga memuji Presiden Argentina, Javier Milei, sebagai "teman saya" yang telah melakukan "pekerjaan yang luar biasa." Dukungan untuk Argentina ini juga diamini oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu

Namun, prediksi tersebut meleset. Bagi para pencinta teori konspirasi olahraga, kegagalan Argentina ini memperpanjang daftar panjang tim yang kalah setelah mendapat dukungan atau dihadiri langsung oleh Trump.

Fenomena ini sebelumnya juga dikaitkan dengan kekalahan memalukan timnas AS melawan Belgia di awal turnamen. Begitu peluit panjang berbunyi, istilah "Trump curse" (kutukan Trump) langsung kembali menjadi tren di internet.

Selain masalah kutukan, tindakan Trump seusai laga memicu kritik tajam. Sebagai presiden AS petahana pertama yang menghadiri final Piala Dunia di tanah airnya sekaligus menyerahkan trofi, Trump kedapatan terus berada di dekat tim Spanyol yang sedang merayakan kemenangan.

Momen canggung terjadi ketika Presiden FIFA, Gianni Infantino, harus turun tangan secara aktif untuk mencoba mengarahkan Trump agar keluar dari area perayaan tim. Meski demikian, Trump tetap bergeming dan memilih bertahan di sisi panggung, sehingga dirinya tetap masuk dalam foto kemenangan Spanyol.

Warganet pun langsung membanjiri media sosial dengan kritik, menuduh Trump mencoba mencuri sorotan yang seharusnya milik para pemain Spanyol. Beberapa netizen bahkan menyamakan insiden ini dengan kejadian tahun lalu, saat Trump dinilai mengacaukan selebrasi Chelsea di Piala Dunia Antarklub dengan tetap berdiri di barisan depan saat trofi diangkat.

"Sangat menyedihkan. Trump tidak mau meninggalkan podium selama perayaan trofi Piala Dunia Spanyol sampai Presiden FIFA Gianni Infantino menariknya pergi," kata pemilik akun @RpsAgainstTrump.

"Seperti yang sudah diduga... Trump menolak untuk keluar dari bingkai kamera ketika Spanyol melakukan pengangkatan trofi Piala Dunia tradisional. Presiden FIFA Gianni Infantino harus benar-benar berlari dan mencoba menyeretnya pergi, agar para juara Spanyol dapat menikmati momen spesial mereka," kata akun @funtomvids.

"Presiden FIFA mencoba menyuruh Trump turun dari panggung, tetapi dia tidak mau pergi... sungguh momen yang aneh dan canggung. Dia memang pecundang," kata akun @harryjsisson.

Di balik kontroversi panggung tersebut, Trump juga membagikan "ide" uniknya kepada Infantino mengenai masa depan Piala Dunia di AS. Ia menyarankan agar FIFA langsung mengumumkan AS sebagai tuan rumah untuk edisi berikutnya guna menghindari ketegangan.

"Jadi umumkan kami untuk selanjutnya, lalu umumkan negara lain setelah itu dan itu akan mengurangi kemarahan dan kejutan! Menurut saya itu ide yang bagus. Berdasarkan angka-angkanya, kami akan segera memintanya lagi," kata Trump.

Angka yang dimaksud Trump kemungkinan besar merujuk pada kesuksesan finansial turnamen tahun ini. Melansir laporan dari The Guardian, Infantino memberi tahu asosiasi anggota FIFA bahwa pendapatan Piala Dunia kali ini mencetak rekor baru dengan mencapai US$ 15 miliar (sekitar Rp269 triliun), melonjak jauh dari proyeksi awal sebesar US$ 11 miliar (Rp 197 triliun).

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sukses Bawa Argentina ke Final, Messi Kirim Pesan Menohok untuk Haters


Most Popular
Features