Kisah Hidup Lamine Yamal: dari Gubuk Derita hingga Juara Piala Dunia

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
20 July 2026 12:30
Lamine Yamal bereaksi dalam pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). (REUTERS/Dylan Martinez)
Foto: Lamine Yamal bereaksi dalam pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). (REUTERS/Dylan Martinez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Demam Piala Dunia kali ini berhasil memperkenalkan sederetan bintang baru ke panggung global. Penonton layar kaca yang bukan penggemar berat sepak bola sekalipun kini akrab dengan nama-nama besar seperti Erling Haaland dan Jude Bellingham. Namun, menjelang partai puncak yang mendebarkan, hanya ada satu nama muda yang berhasil bertahan dan terus memukau dunia yakni Lamine Yamal.

Melansir Hello Magazine, laga final Piala Dunia yang digelar pada Minggu, 19 Juli kemarin atau Senin (20/7) dini hari menjadi momen yang sulit dipercaya bagi remaja ajaib ini. Di umur 19 tahun, dia berhasil membawa Spanyol jadi juara Piala Dunia 2026. 

Di tribun penonton laga final, Lamine mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Menariknya, orang tua Lamine masih berusia sangat muda (remaja) saat menyambut kelahirannya.

Yuk, kenalan lebih dekat dengan sosok di balik kesuksesan Lamine Yamal!

Siapa Orang Tua Lamine Yamal?

Lamine Yamal bereaksi setelah dinyatakan berada dalam posisi offside pada laga semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Prancis di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Selasa (14/7/2026). (REUTERS/Hannah Mckay)Lamine Yamal bereaksi setelah dinyatakan berada dalam posisi offside pada laga semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Prancis di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Selasa (14/7/2026). (REUTERS/Hannah Mckay) 


Lamine lahir pada 13 Juli 2007 di dekat Barcelona, Spanyol. Ia merupakan putra dari Mounir Nasraoui dan Sheila Ebana, yang saat ini keduanya baru menginjak usia pertengahan 30-an.

Keluarga ini memiliki latar belakang imigran yang kuat. Sheila berasal dari Guinea Ekuatorial, sementara Mounir berasal dari Maroko. Keduanya tiba di Catalonia, Spanyol, sejak masih anak-anak berkat perjuangan keras sang nenek.

"Yang pertama tiba adalah nenek saya, yang menyelinap naik bus dari Maroko dan berhasil sampai ke Mataro," kata Lamine saat hadir di podcast Resonancia de Corazón con José Ramón de la Morena.

"Dia mulai bekerja tiga shift agar ayah saya bisa datang. Ketika nenek saya bekerja dan mendapatkan uang, dia membayar seorang wanita untuk membawa ayah dan saudara perempuannya yang saat itu masih berusia tiga tahun," tambahnya.

Orang tua Lamine bertemu saat mereka masih remaja di Barcelona. Sayangnya, keduanya memutuskan berpisah saat Lamine baru berusia tiga tahun.

Lamine kemudian tumbuh besar bersama ibunya di Granollers, sebuah kota kecil di timur laut Barcelona.

Perjuangan sang ibu tidaklah mudah. Menurut laporan The Athletic, Sheila sempat bekerja di sebuah restoran cepat saji demi menafkahi Lamine.

Pengorbanan itu terbayar lunas ketika Lamine berhasil menembus La Masia, akademi sepak bola legendaris milik Barcelona, pada usia 12 tahun. Hanya butuh waktu tiga tahun bagi Lamine untuk melakoni debut profesionalnya.

"Bagi saya, ibu adalah ratu dan orang yang paling saya sayangi," ungkap Lamine penuh emosional.

"Saya pernah tinggal di apartemen kecil di mana dapur dan kamar tidur berada di ruangan yang sama. Sekarang, melihat ibu saya bahagia dan adik saya bisa memiliki masa kecil yang saya impikan, itulah yang membuat saya paling bahagia."

Meski telah berpisah dan melanjutkan hidup masing-masing, kedua orang tuanya tetap menjaga hubungan baik. 

Lamine Yamal merayakan keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 bersama adiknya, Keyne Yamal, usai laga final melawan Argentina di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). (REUTERS/John Sibley)Lamine Yamal merayakan keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 bersama adiknya, Keyne Yamal, usai laga final melawan Argentina di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). (REUTERS/John Sibley) Foto: Lamine Yamal merayakan keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 bersama adiknya, Keyne Yamal, usai laga final melawan Argentina di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026). (REUTERS/John Sibley)

Selain Lamine, sosok sang adik tiri yang menggemaskan bernama Keyne (3 tahun) juga kerap mencuri perhatian netizen. Keyne, yang merupakan anak dari pernikahan baru ibunya, selalu setia memberikan dukungan kepada Lamine dari kursi penonton.

"Saya terharu melihat adik, ibu, dan teman-teman saya menjalani kehidupan yang selalu mereka impikan. Adik laki-laki saya berarti segalanya bagi saya. Rasanya seperti dia anak saya sendiri," ujar Lamine dalam konferensi pers, melansir The Athletic.

Tidak hanya itu, kebahagiaan juga menyelimuti sang ayah, Mounir, yang telah menemukan tambatan hati baru. Pada Oktober 2025 lalu, Mounir resmi mengumumkan pertunangannya dengan sang kekasih, Kristina, melalui media sosial Instagram.

Dengan dukungan penuh dari keluarga besarnya yang harmonis, Lamine Yamal membuktikan bahwa latar belakang yang sulit bukanlah penghalang untuk mengguncang panggung dunia.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pacar Lamine Yamal Unggah Pesan Romantis usai Spanyol Juara


Most Popular
Features