Tekanan Darah Tinggi? Coba Konsumsi 5 Buah Kaya Kalium Ini

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 13/07/2026 12:45 WIB
Foto: Ilustrasi (Photo by Thirdman)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak ada satu pun jenis makanan yang dapat mengontrol atau menurunkan tekanan darah Anda secara instan. Kendati demikian, intervensi diet dengan mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya akan kalium dapat memberikan perbedaan yang nyata bagi tubuh.

Berbagai buah-buahan yang kaya kalium terbukti secara ilmiah mampu mendukung tekanan darah yang sehat dan bahkan membantu menurunkannya secara bertahap seiring berjalannya waktu.

Berikut adalah lima jenis buah kaya kalium yang sangat disarankan untuk menjaga kesehatan kardiovaskular melansir Very Well Health:


1. Pisang

Kandungan Kalium: 422 miligram per pisang ukuran sedang

Pisang merupakan salah satu sumber kalium yang paling populer dan diakui secara luas. Kandungan kaliumnya yang tinggi secara efektif membantu menurunkan tekanan darah sistolik (angka atas) dan diastolik (angka bawah) hingga beberapa poin. Meskipun efek penurunan ini tampak sederhana, reduksi tekanan darah sekecil apa pun dalam jangka panjang sangat berkontribusi dalam mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Selain keunggulan kaliumnya, serat di dalam pisang juga erat kaitannya dengan penurunan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolik. Serat bekerja positif dalam menjaga kestabilan tekanan darah, menormalkan kadar kolesterol, serta mengoptimalkan kesehatan metabolik secara keseluruhan.

2. Delima

Kandungan Kalium: 267 miligram per ½ cangkir jus

Buah delima baik dikonsumsi secara utuh maupun dalam bentuk jus murni-kaya akan kalium serta mengandung senyawa tumbuhan (fitonutrien) yang sangat menyehatkan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi buah delima atau meminum jusnya secara teratur mampu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.

Efek paling kuat didapati pada individu yang awalnya memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Rata-rata riset melaporkan adanya penurunan sebesar 5 hingga 8 poin pada tekanan sistolik serta 2 hingga 3 poin pada tekanan diastolik-sebuah peningkatan yang sangat signifikan untuk kesehatan jantung. Selain itu, polifenol (antioksidan alami) di dalamnya bekerja aktif merelaksasi pembuluh darah sekaligus menghambat kerja enzim yang memicu lonjakan tekanan darah.

3. Kiwi

Kandungan Kalium: 602 miligram per porsi 200 g (dua buah kiwi)

Meski berukuran kecil, kiwi menyimpan densitas nutrisi yang luar biasa tinggi dan sangat bermanfaat bagi pengelolaan hipertensi. Berbagai studi klinis membuktikan bahwa konsumsi dua buah kiwi setiap hari selama beberapa minggu mampu menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara konsisten.

Di samping pasokan kaliumnya yang masif, kiwi dipenuhi oleh senyawa polifenol dan vitamin C. Bahkan, satu porsi kiwi mengandung vitamin C yang lebih tinggi daripada buah jeruk. Kombinasi sinergis antara polifenol dan vitamin C ini berperan krusial dalam mendukung aliran darah yang sehat serta mengurangi peradangan (inflamasi) pada dinding pembuluh darah Anda.

4. Alpukat

Kandungan Kalium: 182 miligram per ¼ cangkir16

Alpukat memegang peranan strategis dalam menjaga kestabilan tekanan darah dari waktu ke waktu. Melalui observasi kesehatan, orang yang rutin mengonsumsi alpukat cenderung memiliki profil tekanan darah yang lebih rendah. Perubahan ini terjadi secara bertahap dan bukan instan, menjadikannya investasi nutrisi yang sangat baik untuk proteksi jantung jangka panjang dan mengurangi risiko hipertensi.

Efektivitas alpukat bersumber dari perpaduan matriks nutrisi yang kompleks. Selain kalium, alpukat kaya akan magnesium-mineral esensial yang mengontrol regulasi tekanan darah. Di samping itu, asam lemak tak jenuh tunggal (lemak sehat) dan serat di dalamnya bekerja bersama-sama mendukung sistem kardiovaskular secara menyeluruh.

5. Jeruk

Kandungan Kalium : 237 miligram per jeruk ukuran sedang20

Jeruk beserta kelompok buah sitrus lainnya merupakan penyedia kalium yang andal. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi buah sitrus secara teratur memiliki tekanan darah sistolik 3 hingga 4 poin lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Jus jeruk murni pun dikaitkan dengan penurunan tekanan darah yang konsisten berkat kandungan senyawa bioaktif bernama hesperidin. Hesperidin bertindak sebagai agen pelindung yang memperbaiki fungsi endotel pembuluh darah dan menekan peradangan. Semakin rutin dan seimbang Anda mengonsumsinya, semakin optimal efek proteksi yang diberikan bagi pembuluh darah.

Mengapa Kalium Penting untuk Tekanan Darah?

Secara fisiologis, kalium mendukung tekanan darah dengan membantu organ ginjal membuang kelebihan natrium (garam) dari dalam tubuh. Ketika asupan kalium Anda meningkat, ginjal akan meningkatkan ekskresi natrium melalui urin.

Mekanisme ini secara langsung mengurangi volume cairan yang tertahan di dalam sirkulasi darah, yang pada gilirannya menurunkan tekanan hidrolik serta beban kerja pada dinding pembuluh darah Anda.

Sebaliknya, jika tubuh kekurangan kalium-terutama di tengah pola makan yang tinggi garam-tubuh akan menahan lebih banyak natrium. Penumpukan cairan inilah yang lambat laun memicu kenaikan tekanan darah (hipertensi).

Pemenuhan kebutuhan kalium sejatinya jauh lebih disarankan berasal dari sumber makanan utuh (diet alami) ketimbang suplemen, kecuali atas rekomendasi spesifik dari dokter Anda. Hal ini sangat krusial bagi individu yang memiliki riwayat penyakit ginjal atau kondisi medis tertentu yang memengaruhi regulasi keseimbangan elektrolit tubuh.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Veddriq & Desak Raih Medali Emas Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026