Awas! Jangan Minum Kopi dan Obat Ini Bersamaan, Cek Aturannya

Thea Arbar, CNBC Indonesia
Sabtu, 23/05/2026 15:45 WIB
Foto: Ilustrasi seorang wanita minum kopi. (Dok. Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Minum kopi sudah menjadi rutinitas banyak orang di pagi hari. Namun, saat tubuh sedang sakit dan harus mengonsumsi obat, kebiasaan ini perlu diperhatikan karena kopi bisa memengaruhi kerja obat di dalam tubuh.

Jennifer Bourgeois, Pharm.D, menyebut ada sejumlah jenis obat yang tidak boleh diminum berdekatan dengan kopi karena dapat memicu efek samping hingga menurunkan efektivitas obat.

"Kopi dapat mengubah cara obat-obatan tertentu diserap, dimetabolisme, atau dieliminasi oleh tubuh," katanya, dikutip dari EatingWell, Sabtu (23/5/2026).


Interaksi antara kafein dan kandungan obat bisa menyebabkan jantung berdebar, gangguan tidur, kecemasan, hingga penyerapan obat menjadi tidak optimal.

Dokter Emmanuel Osei-Boamah menjelaskan, kafein diserap sangat cepat di saluran pencernaan dan kadar tertingginya di dalam darah bisa tercapai dalam waktu 15 menit hingga dua jam setelah dikonsumsi.

"Itu berarti kopi dan obat-obatan dapat berinteraksi dengan cepat jika dikonsumsi berdekatan," ujar Emmanuel Osei-Boamah dari Mercy Family Care, Baltimore, dikutip dari Everyday Health.

Karena itu, ahli kesehatan menyarankan jeda minum kopi dan obat minimal 1-2 jam. Namun, jeda 2-3 jam dinilai lebih aman tergantung jenis obat yang dikonsumsi.

Berikut daftar obat yang sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan kopi:

1. Obat Antidepresan

Kopi dapat memengaruhi penyerapan obat antidepresan yang digunakan untuk menangani depresi, kecemasan, dan gangguan mental lainnya. Jenis obat yang berpotensi berinteraksi dengan kafein di antaranya amitriptyline, fluoxetine, escitalopram, hingga paroxetine.

Salah satu yang paling perlu diwaspadai adalah fluvoxamine atau Luvox. Obat ini dapat meningkatkan kadar kafein dalam tubuh sehingga efek samping kopi menjadi lebih kuat.

"Luvox menghambat metabolisme kafein, sehingga mengakibatkan peningkatan kadar kafein dalam tubuh serta potensi efek samping kafein yang berkepanjangan seperti jantung berdebar dan kecemasan," kata ahli toksikologi MedStar Health, Kelly Johnson-Arbor, M.D.

2. Obat Antipsikotik

Obat seperti clozapine dan olanzapine yang digunakan untuk menangani skizofrenia dan gangguan depresi mayor juga tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Kafein dapat menghambat proses pemecahan obat di dalam tubuh sehingga kadar obat dalam darah meningkat.

3. Obat Flu dan Alergi

Obat flu dan alergi yang mengandung pseudoephedrine maupun fexofenadine juga sebaiknya tidak diminum bersama kopi. Kandungan tersebut sama-sama bersifat stimulan seperti kafein sehingga bisa meningkatkan risiko jantung berdebar, gelisah, hingga tekanan darah naik.

4. Bronkodilator untuk Asma

Bronkodilator merupakan obat untuk membantu melegakan saluran pernapasan penderita asma. Namun, konsumsi kopi berdekatan dengan obat ini bisa memperparah efek samping seperti sakit kepala, jantung berdebar, dan rasa gelisah.

Selain itu, kafein juga dapat mengurangi efektivitas penyerapan obat di saluran pernapasan.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak sembarangan mengonsumsi kopi saat sedang menjalani pengobatan. Jika rutin minum obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker mengenai jarak aman konsumsi kopi agar manfaat obat tetap optimal.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Candi Hindu di Tengah Universitas Islam, Simbol Toleransi