Studi Temukan Dosis Kopi Sehari yang Bisa Cegah Stress

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
16 April 2026 14:20
Ilustrasi Kopi (Photo by Chevanon Photography)
Foto: Ilustrasi Kopi (Photo by Chevanon Photography)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar gembira bagi para pencinta kopi. Studi menemukan minuman favorit banyak orang tersebut bisa menurunkan risiko masalah kesehatan mental jika dikonsumsi dalam dosis tertentu. 

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders menemukan bahwa dua hingga tiga cangkir kopi setiap hari bisa bermanfaat bagi kesehatan mental, terutama pada pria. Sebaliknya, mengonsumsi lima cangkir atau lebih per hari dikaitkan dengan risiko gangguan mental yang lebih tinggi.

Mengutip Euronews, tim peneliti menganalisis data dari lebih dari 460.000 peserta berusia 40 hingga 69 tahun untuk menyelidiki hubungan antara konsumsi kopi harian dan berbagai gangguan mental.

Para peserta menjawab pertanyaan tentang konsumsi kopi harian mereka, termasuk jumlah dan jenis kopi, seperti kopi tanpa kafein, instan, dan bubuk. Peserta dipantau selama rata-rata 13,4 tahun.

Para peneliti menemukan pola berbentuk J dalam hasil penelitian, yang berarti bahwa mereka yang minum terlalu sedikit atau terlalu banyak kopi tidak melihat manfaat yang sama seperti peminum moderat.

Hubungan antara konsumsi kopi dan gangguan suasana hati lebih kuat pada pria, menurut penelitian tersebut.

"Saat ini, ada peningkatan minat pada peran diet dan nutrisi dalam mencegah dan mengatasi gangguan mental," tulis para penulis.

Kopi mengandung lebih dari seribu bahan bioaktif, termasuk kafein, polifenol, melanoidin, dan diterpen.

Studi ini menunjukkan bahwa efek anti-inflamasi dari senyawa seperti kafein dan asam klorogenik berkontribusi terhadap kondisi kesehatan mental yang diamati di antara peminum kopi moderat.

Kafein memberikan efek neuroprotektif melalui mekanisme ganda: aktivasi A1R, yang terkait dengan efek antidepresan, dan penghambatan A2AR, yang melawan disfungsi saraf yang disebabkan oleh stres, catat para penulis.

Sifat anti-inflamasi kafein sebelumnya telah dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah dan penurunan kognitif yang lebih lambat dalam studi sebelumnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari 1 miliar orang hidup dengan gangguan kesehatan mental. Kondisi kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, merupakan penyebab terbesar kedua kecacatan jangka panjang, yang berkontribusi pada hilangnya kehidupan sehat, WHO telah memperingatkan.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Studi Terbaru Ungkap Waktu Minum Kopi yang Bikin Panjang Umur


Most Popular
Features