Jangan Asal Makan Kol, 5 Tipe Orang Ini Disarankan Batasi Konsumsinya

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
22 May 2026 14:10
Foto: Ilustrasi alergi. (Photo created by freepik)
Foto: Ilustrasi alergi. (Photo created by freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sayur kol memang sering jadi pelengkap berbagai makanan favorit masyarakat Indonesia, mulai dari lalapan, tumisan, hingga isi bakwan. Namun di balik kandungan gizinya, kol ternyata tidak selalu aman dikonsumsi semua orang.

Pada sebagian kondisi kesehatan, konsumsi kol justru bisa memicu gangguan pencernaan hingga memengaruhi efektivitas obat tertentu. Beberapa kelompok orang disarankan lebih berhati-hati sebelum terlalu sering makan sayuran ini.

Kol sendiri dikenal sebagai sayuran rendah kalori yang mengandung serat, vitamin, dan protein. Kandungan seratnya juga kerap dikaitkan dengan kesehatan sistem pencernaan dan pola makan seimbang.

Meski penuh nutrisi, kol juga punya efek samping yang karenanya tidak cocok untuk semua orang. Berikut adalah lima golongan orang yang harus menghindari konsumsi sayur kol:

1. Orang yang sedang diare

Kol kaya akan serat dan akibatnya dapat melancarkan pergerakan usus. Terlalu banyak kol (atau makanan berserat lainnya) dapat memperburuk kondisi seperti sindrom iritasi usus (IBS).

Mengutip Everyday Health, kol bisa menyebabkan diare pada beberapa orang karena tingginya jumlah fruktan dalam sayuran tersebut. Fruktan adalah karbohidrat alami yang juga ditemukan dalam makanan lain seperti gandum, bawang, dan brokoli.

2. Orang dengan penyakit lambung

Mengutip Brown University, sayuran silangan seperti kol dapat menyebabkan gas dan kembung. Karena itu, penderita penyakit lambung serta maag atau GERD sebaiknya menghindari konsumsi kol berlebihan.

3. Orang yang akan menjalani operasi

Kol dapat memengaruhi kadar gula darah dan mengganggu pengendalian gula darah selama dan setelah operasi. Hentikan konsumsi kol setidaknya 2 minggu sebelum operasi yang dijadwalkan.

4. Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah

Jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah, konsultasilah dengan dokter sebelum meningkatkan asupan kol. Vitamin K dalam kol dapat mengganggu efektivitas obat pengencer darah.

5. Orang yang alergi

Orang yang alergi terhadap sayuran dari famili Brassicaceae/Cruciferae, seperti brokoli, kubis Brussel, dan kembang kol, mungkin juga alergi terhadap kol.

(miq/miq) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dokter Ungkap Kesalahan Ini Bikin GERD/Asam Lambung Sering Naik


Most Popular
Features