Dokter Ungkap Kesalahan Ini Bikin GERD/Asam Lambung Sering Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan justru takut memulai diet karena khawatir asam lambung atau GERD kambuh. Padahal menurut dokter, obesitas sendiri menjadi salah satu faktor yang dapat memperparah kondisi GERD.
Dokter sekaligus influenser Kesehatan dr. Gia Pratama menjelaskan, GERD merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan mengiritasi saluran esofagus. Kondisi ini bisa memicu dada terasa panas, sesak, mual, hingga rasa tidak nyaman di perut.
dr. Gia memaparkan, ada tiga pemicu utama lambung memproduksi asam dan gas berlebih. Pertama infeksi bakteri atau virus, kedua makanan yang mengiritasi lambung seperti pedas, asam, kopi, dan soda, serta ketiga kondisi stres dan overthinking berlebihan.
"Nah apa yang bikin overthinking? Biasanya kan kita hidup di tiga dunia, masa depan, masa sekarang, masa lalu," ujar dr. Gia dalam acara Hari Obesitas Sedunia 2026 bertema "Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan", beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, orang yang terlalu memikirkan masa depan rentan mengalami kecemasan atau anxiety, sementara orang yang terus terjebak masa lalu dapat mengalami depresi. dr. Gia bilang, olahraga bisa membantu menarik fokus seseorang kembali ke masa sekarang sehingga membantu mengurangi stres yang berkaitan dengan GERD.
"Olahraga itu seperti menarik kita ke masa sekarang, jadi ya fokusnya di saat ini, sekarang ini," kata ia.
Sementara itu, dokter spesialis gizi, dr. Putri Sakti Dwi Permanasari menjelaskan, GERD juga berkaitan erat dengan obesitas. Ia mengatakan, perbaikan gejala dapat mulai dirasakan ketika berat badan turun sekitar 10% dari berat awal.
Namun ia bilang, banyak orang salah memahami pola diet. Ia mencontohkan ada orang yang hanya makan sekali sehari atau berhenti makan nasi, tetapi berat badan tak kunjung turun dan GERD tetap kambuh.
"Porsi itu bukan dikit-dikitan, tapi kita cari mana makanan yang kalorinya terkontrol tapi mengenyangkan lebih lama, tinggi protein, tinggi serat," ujar dr. Putri.
Ia juga mengingatkan makanan tinggi lemak dapat memicu GERD, terutama bila dikonsumsi mendekati jam tidur. Oleh sebab itu, masyarakat disarankan berhenti makan malam setidaknya dua hingga tiga jam sebelum tidur agar asam lambung tidak mudah naik ke kerongkongan.
Dari sisi olahraga, pelatih fitnes, Andhara Yanoe Diarma menyarankan aktivitas ringan seperti jalan kaki selama 30-45 menit setiap hari untuk membantu memperbaiki kondisi tubuh dan mendukung penurunan berat badan.
"Jalan kaki 30-45 menit saja. Dalam sehari, pagi, sore, terserah. Tapi secara terus-terusan 30 menitnya," ujar Andhara.
source on Google [Gambas:Video CNBC]