Intai Nyawa, Ini Bahaya Gangguan pada Aorta Jantung
Jakarta, CNBC Indonesia - Selain serangan jantung, ada kondisi lain yang tak kalah berbahaya, yaitu gangguan pada aorta. Aorta adalah pembuluh darah terbesar yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.
Ketika pembuluh utama ini mengalami gangguan, aliran darah ke organ-organ vital seperti otak, hati, dan ginjal dapat terganggu, sehingga berpotensi menyebabkan kondisi serius yang mengancam nyawa. Sayangnya, gangguan pada aorta sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga kerap luput dari perhatian hingga kondisinya menjadi serius dan membahayakan tubuh.
Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Dr. dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.B., SpBTKV(K) - VE dari Mayapada Hospital Surabaya.
"Aorta ibarat sebuah pipa utama distribusi air di rumah. Jika pipa utamanya bermasalah, seluruh sistem bisa ikut terganggu. Agar bisa berfungsi dengan baik, aorta harus kuat dan elastis untuk menahan tekanan setiap kali jantung berdetak," ungkap dr. Yan dikutip Rabu (13/5/2026).
Namun, ada berbagai faktor yang dapat melemahkan kondisi aorta dan memicu terjadinya gangguan, mulai dari tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, pola makan tinggi kolesterol, diabetes, hingga faktor usia dan genetik.
"Faktor penyebab yang paling sering ditemukan adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol. Kondisi ini dapat membuat dinding aorta melemah karena terus-menerus menerima tekanan yang tinggi," terang dr. Yan.
Gangguan pada aorta dapat berupa aneurisma aorta, yaitu pelemahan dinding aorta yang membuatnya menonjol seperti balon dan berisiko pecah hingga menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam nyawa. Aneurisma dapat terjadi di dada maupun perut dan sering kali tidak menimbulkan gejala hingga ukurannya membesar.
"Banyak pasien tidak merasakan keluhan apa pun dan baru datang ke IGD saat pembuluhnya sudah pecah," ujar dr. Yan.
Kedua, diseksi aorta yaitu, kondisi saat lapisan dalam dinding aorta robek sehingga darah masuk ke celah robekan dan memisahkan lapisan dinding pembuluh darah. Kondisi ini dapat disertai gejala nyeri dada atau punggung yang hebat dan terasa seperti disobek.
Karena itu, diseksi aorta termasuk kegawatdaruratan medis yang harus ditangani dengan cepat dan tepat.
Terakhir, pengerasan atau penyempitan aorta akibat penumpukan plak lemak (aterosklerosis) yang membuat aliran darah tidak lancar dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa terjadi karena kelainan bawaan.
Karena gangguan aorta berisiko menimbulkan kondisi serius, penting untuk segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan seperti nyeri dada atau punggung yang sangat hebat, nyeri perut berdenyut, pusing, sesak napas, denyut nadi terasa tidak sama antara kanan dan kiri, hingga pingsan.
Selain itu, pencegahan gangguan aorta dapat dilakukan dengan mengontrol tekanan darah secara rutin, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat rendah lemak, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Mengingat pentingnya pemeriksaan jantung serta penanganan yang tepat pada gangguan aorta, ketersediaan layanan jantung yang komprehensif menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan pasien.
Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Heart and Vascular Center yang diperkuat tiga pilar utama.
Pertama mencakup Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit yang berfokus pada evaluasi, diagnosis, dan penanganan awal keluhan nyeri dada, baik akibat gangguan jantung maupun non-jantung, dengan pemeriksaan awal gratis apabila tidak ditemukan indikasi jantung, dan rujukan lanjutan jika terindikasi penyakit jantung melalui Cardiac Emergency didukung dokter spesialis dan subspesialis siaga 24 jam on-site.
Lalu Advanced Treatment yang mencakup layanan pembuluh darah (vaskular), gangguan irama jantung (aritmia), serta kelainan struktur jantung (structural heart) seperti penyakit katup dengan pendekatan terkini. Terakhir Team-Based Management memastikan keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board yang melibatkan spesialis jantung, bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga jantung anak.
Pendekatan multidisiplin tersebut membantu menentukan tindakan paling tepat, mulai dari Coronary Angiography (CAG), Percutaneous Coronary Intervention (PCI), termasuk Complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut dengan dukungan alat bantu pompa jantung terkini Left Ventricular Assist Device (LVAD). Layanan ini juga memiliki Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga secara menyeluruh sejak awal hingga pemulihan, memastikan setiap keputusan medis dipahami dengan jelas, perawatan berjalan lancar, dan menjawab setiap keraguan pasien dengan cepat dan tepat.
Informasi lengkap seputar layanan jantung di seluruh unit Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Articles and Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).
(dpu/dpu) Add
source on Google