Apakah Hantavirus "The Next Covid"? Ini Penjelasan WHO

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 08/05/2026 15:10 WIB
Foto: Hantavirus. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius terus menjadi perhatian dunia. Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia. Total ada delapan kasus terkonfirmasi dan dugaan infeksi yang berkaitan dengan kapal tersebut.

Israel baru-baru ini mengonfirmasi satu kasus hantavirus, sementara Singapura melakukan isolasi terhadap dua warganya yang diduga telah terpapar hantavirus usai berada di kapal pesiar yang sama. 

Kasus ini membuat banyak khawatir, apakah hantavirus berpotensi menjadi "the next Covid-19?"


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan potensi kasus baru karena virus tersebut memiliki masa inkubasi hingga enam minggu. Artinya, setelah terpapar, seseorang membutuhkan waktu hingga enam minggu sampai hantavirus terdeteksi di tubuhnya. 

Dalam konferensi pers pada Kamis (7/5), ahli epidemiologi penyakit menular WHO, Maria Van Kerkhove, menjelaskan perbedaan wabah ini dengan awal pandemi Covid-19. "Ini bukan awal pandemi Covid. Ini adalah wabah yang kita lihat di kapal," katanya, seperti dikutip dari Euronews.

Van Kerkhove menjelaskan bahwa hantavirus tidak menyebar dengan cara yang sama seperti virus corona, melainkan melalui "kontak dekat dan intim".

Van Kerkhove mengatakan bahwa WHO sedang menyelidiki kemungkinan penularan virus dari manusia ke manusia, sesuatu yang dianggap sangat jarang terjadi. Dia menduga kuat bahwa orang pertama yang terinfeksi kemungkinan tertular virus sebelum naik kapal. Pihak berwenang juga mengatakan tidak ada tikus di kapal tersebut.

Sebagian besar strain hantavirus lain di dunia umumnya menular dari hewan pengerat ke manusia. Virus ini menyebar melalui urine, feses, atau air liur tikus yang mengering dan terhirup manusia.

Paparan biasanya terjadi saat seseorang membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau area tertutup yang pernah menjadi sarang tikus. Penularan juga bisa terjadi setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata. Gigitan tikus juga dapat menjadi jalur penularan meski lebih jarang.

Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu biasa, seperti demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, muntah, diare, hingga nyeri perut. Namun pada beberapa strain tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi paru serius seperti sesak napas, batuk, penumpukan cairan di paru-paru, tekanan darah rendah, hingga gangguan fungsi jantung.

Kasus yang terkait dengan kapal MV Hondius telah dikonfirmasi di Swiss, sementara otoritas kesehatan di Afrika Selatan dan Swiss telah mengidentifikasi strain yang mampu menyebar antar manusia dalam kasus-kasus langka.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pelatih Iran Yakin Piala Dunia 2026 Jadi Pemersatu Bangsa