Ramai Kabar Varian Baru Covid-19 'Cicada', Ini Sederet Gejalanya

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
01 April 2026 14:05
Infografis/ Fakta Virus Corona/Aristya Rahadian Krisabella
Foto: Ilustrasi penderita Covid-19. (Aristya Rahadian Krisabella/CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Varian baru Covid-19 dengan kode BA.3.2 atau dijuluki "Cicada" sedang jadi sorotan global. Kementerian Kesehatan memastikan hingga kini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia.

"Sampai saat ini akhir Maret 2026, belum ditemukan varian tersebut di Indonesia," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengutip detikcom, Rabu (1/4/2026).



Aji menjelaskan, saat ini, varian Covid-19 yang beredar di Indonesia masih didominasi oleh XFG (57%), LF.7 (29%) dan XFG 3.4.3 (14%). Ketiga varian ini, kata ia, tergolong berisiko rendah, sehingga masyarakat diminta tidak panik, namun tetap menjaga kewaspadaan.

Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan, menjaga asupan gizi, istirahat cukup, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian.

Gejala Varian 'Cicada'
Secara umum, gejala varian BA.3.2 tidak jauh berbeda dari varian Omicron sebelumnya. Gejala yang dilaporkan antara lain:

- Sakit tenggorokan
- Demam dan menggigil
- Batuk
- Kelelahan
- Nyeri tubuh
- Hidung tersumbat

Dalam beberapa kasus, pasien juga mengalami sakit kepala, mual ringan, hingga sesak napas.

Di sejumlah negara, varian "Cicada" mulai meningkat dan bahkan menyumbang porsi signifikan kasus Covid-19, terutama di Eropa Timur dan beberapa wilayah Amerika Serikat. Para ahli menilai mutasi pada varian ini membuatnya lebih mampu menghindari perlindungan dari vaksin maupun imunitas alami.

Hal ini berpotensi meningkatkan penularan. Namun, pakar penyakit infeksi menyebut belum ada bukti kuat varian ini menyebabkan gejala lebih parah dibanding varian lain.

Otoritas kesehatan global mencatat gejala Covid-19, termasuk varian terbaru, sering kali sulit dibedakan dengan flu biasa tanpa pemeriksaan. Meski begitu, beberapa tanda lebih khas pada Covid-19 antara lain hilangnya penciuman atau perasa, serta sesak napas.

"Saya belum melihat data yang menunjukkan bahwa varian Cicada lebih parah dibandingkan varian lain yang sedang beredar," kata Direktur Medis dari National Foundation for Infectious Diseases, Dr Robert H Hopkins Jr, dikutip dari USA Today, Rabu (1/4/2026).

"Sakit tenggorokan yang berat dilaporkan sebagai gejala yang cukup umum, bersama dengan gejala khas Covid-19 lainnya," ujarnya menyambung.

Selain itu, masa inkubasi Covid-19 juga cenderung lebih panjang. Gejala bisa muncul 2-5 hari setelah terpapar, bahkan hingga 14 hari, dibandingkan flu yang biasanya muncul dalam 1-4 hari.

(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Riset Ilmiah Terbaru Soal 'Alumni' COVID-19, Simak!


Most Popular
Features