Ikan Favorit Warga RI yang Ternyata Menyerap Racun dalam Air

Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 03/05/2026 21:30 WIB
Foto: Infografis/ Lele/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Lele jadi salah satu ikan yang paling banyak disukai oleh warga Indonesia. Bahkan kita bisa menemukannya dalam sajian di beberapa tempat makan.

Ada berbagai alasan banyak orang yang menyukai lele. Selain lezat dan mudah disiapkan, ikan ini juga kaya akan nutrisi.


Lele dikenal karena memiliki lemak yang sehat. Seafood Watch menuliskan kandungan lemak jenuh lele rendah hanya sekitar 1 gram per porsi bergantung dari jenisnya.

Lele juga disebut menjadi sumber asam lemak omega-3 DHA dan EPA yang kaya, mencapai 300 miligram per porsi.

Penelitian menuliskan lele dapat mengakumulasi berbagai polutan. Mulai dari logam berat dan organis persisten.

Caranya dengan penyerapan air, bahan makanan yang terkontaminasi dan limbah industri yang kemudian bisa terakumulasi pada jaringan ikan.

Riset yang dipublikasikan Environmental Research mengungkapkan beberapa polutan yang bisa diakumulasi seperti PCB, pestisida, dan logam berat (merkuri, timbal, kadmium) dari air dan sedimen yang terkontaminasi.

Ikan lele yang berada di sungai tercemar memiliki risiko tinggi dibandingkan dengan ikan lele dari perairan yang lebih bersih.

Studi yang dilakukan di Sungai Paraopeba Brasil menyebutkan logam berat seperti Hg, Cd, Cr, Pb dan Zn terdapat dalam jaringan ikan lele. Kandungan logam berat sering berada di organ internal.

Hal ini membuat adanya risiko mengonsumsi lele bagi kesehatan jika dilakukan terus menerus.

Untuk mengatasinya, sebaiknya hanya memilih lele yang hidup dalam kolam bersih dan terawasi. Karena umumnya risiko kesehatan berasal dari paparan polutan lingkungan di sekitar ikan.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Hadapi Persaingan Klinik Estetika,Pengusaha Wajib Punya Hal Ini