Maspakai Raksasa Jerman Pangkas 20 Ribu Penerbangan Gegara Avtur Mahal

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 24/04/2026 17:30 WIB
Foto: Salah satu unit maskapai penerbangan Lufthansa berada di dekat gerbang Bandara Munich, Jerman, Kamis (27/2/2025). (Sven Hoppe/dpa via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai asal Jerman, Lufthansa bakal memangkas sekitar 20.000 penerbangan jarak pendek di Eropa selama musim panas tahun ini. Keputusan ini diambil karena lonjakan harga bahan bakar (avtur) membuat banyak rute dinilai tidak lagi menguntungkan.

Kenaikan harga avtur terjadi setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu gangguan produksi serta distribusi energi di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini berdampak langsung pada biaya operasional maskapai penerbangan.

Melansir BBC, beberapa maskapai lain seperti Air France-KLM dan Delta Air Lines juga mulai mengurangi jadwal penerbangan, sementara sebagian lainnya menaikkan harga tiket untuk menutup biaya tambahan. Analis memperkirakan penumpang akan menghadapi kenaikan harga tiket dan potensi pembatalan penerbangan lebih lanjut jika konflik berkepanjangan.


Kawasan Teluk menjadi sumber utama bahan bakar penerbangan bagi Eropa, menyumbang sekitar 50% impor. Sebagian besar pasokan tersebut melewati Selat Hormuz yang kini terdampak situasi geopolitik setelah Iran membatasi akses sebagai respons atas serangan dari AS dan Israel.

Lufthansa menyebut pengurangan penerbangan ini diperkirakan dapat menghemat sekitar 40.000 metrik ton bahan bakar jet. Mayoritas efisiensi berasal dari penutupan layanan CityLine.

Maskapai tersebut juga menghentikan sementara sejumlah rute ke kota-kota seperti Heringsdorf, Cork, Gdańsk, Ljubljana, Rijeka, Sibiu, Stuttgart, Trondheim, Tivat, dan Wrocław.

Bagi penumpang yang terdampak, perusahaan akan menawarkan pengembalian dana atau pengalihan ke penerbangan lain melalui maskapai dalam grupnya seperti SWISS International Air Lines, Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan ITA Airways.

Beberapa pemangkasan rute bahkan berpotensi menjadi permanen. Lufthansa saat ini tengah meninjau ulang seluruh jaringan penerbangan Eropa dan akan mengumumkan pembaruan dalam waktu dekat.

Sementara itu kekhawatiran akan kekurangan bahan bakar juga muncul. International Energy Agency memperingatkan Eropa berpotensi mengalami kekurangan bahan bakar jet dalam beberapa minggu ke depan, meski pemerintah Inggris dan maskapai menyatakan belum melihat gangguan signifikan saat ini.

Uni Eropa pun berencana membentuk pusat pemantauan bahan bakar untuk melacak produksi, impor, ekspor, dan stok energi transportasi guna mengantisipasi potensi krisis. Di tengah tekanan biaya, Lufthansa menegaskan tetap menjaga akses ke jaringan penerbangan global, terutama rute jarak jauh, meski dengan operasi yang lebih efisien.

"Namun, karena kenaikan harga bahan bakar jet, hal ini akan dicapai secara jauh lebih efisien daripada sebelumnya," kata Lufthansa.

Sebelumnya, perusahaan juga mempercepat penutupan unit CityLine dengan memensiunkan 27 pesawat. Ini disebabkan lonjakan harga bahan bakar dan tekanan tambahan dari konflik tenaga kerja.


(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Klinik Estetika Beri Layanan Minim Efek Samping