Harga Avtur Melonjak, Maskapai Ini Batalkan 150 Penerbangan

Thea Fathanah,  CNBC Indonesia
22 April 2026 07:05
Harga Avtur Melonjak, Maskapai Ini Batalkan 150 Penerbangan
Foto: Ilustrasi penumpang pesawat. (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai Belanda, KLM Royal Dutch Airlines, memutuskan membatalkan lebih dari 150 penerbangan rute Eropa seiring lonjakan harga bahan bakar jet. Kebijakan ini diambil setelah biaya operasional dinilai tidak lagi sebanding dengan potensi pendapatan.

Dalam keterangan resminya, KLM menyebut sekitar 80 penerbangan pulang-pergi dari Bandara Schiphol Amsterdam tidak akan dioperasikan pada bulan depan.

"Penerbangan tersebut saat ini tidak lagi layak secara finansial untuk dioperasikan," ujar pihak maskapai, seperti dikutip The Independent, Rabu (22/4/2026).

Kenaikan harga bahan bakar jet terjadi sejak meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Lonjakan harga minyak global ini langsung menekan biaya operasional industri penerbangan, yang sangat bergantung pada avtur.

KLM menegaskan, langkah penyesuaian jadwal ini bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar, melainkan murni strategi efisiensi biaya. Meski demikian, jumlah penerbangan yang dibatalkan disebut kurang dari 1% dari total jadwal penerbangan Eropa maskapai dalam periode tersebut.

Untuk meminimalkan dampak ke pelanggan, KLM memastikan penumpang terdampak akan dialihkan ke penerbangan lain yang tersedia. Rute populer seperti London dan Düsseldorf disebut tetap memiliki frekuensi penerbangan harian yang cukup untuk mengakomodasi penumpang.

"Kami memperkirakan periode liburan Mei akan sangat sibuk dan memastikan penumpang tetap dapat melakukan perjalanan sesuai rencana," ujar KLM.

Selain rute Eropa, KLM juga memperpanjang pembatalan seluruh penerbangan ke dan dari Dubai hingga 14 Juni, menyusul ketidakpastian situasi di Timur Tengah. Sementara itu, rute ke Riyadh dan Dammam di Arab Saudi juga dihentikan setidaknya hingga 16 Mei.

Di sisi lain, kondisi berbeda disampaikan oleh asosiasi maskapai Inggris, Airlines UK. Organisasi ini menyebut maskapai di Inggris belum melihat adanya gangguan pada pasokan bahan bakar jet.

"Maskapai penerbangan Inggris saat ini tidak melihat gangguan pada pasokan bahan bakar jet," ujar pernyataan Airlines UK. Mereka menambahkan bahwa kondisi ini didukung oleh sumber pasokan bahan bakar yang beragam di Inggris.

Senada, CEO easyJet, Kenton Jarvis, menyatakan pihaknya masih memiliki visibilitas pasokan bahan bakar hingga pertengahan Mei. "Kami tidak memiliki kekhawatiran," tegasnya.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 5 Maskapai Penerbangan dengan Kasus Bagasi Hilang Paling Banyak


Most Popular
Features