Serba Mahal, Pedagang Makanan Kompak Naikkan Harga

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
14 April 2026 12:30
Hawker Leong Yuet Meng, 90, of Nam Seng Noodle House, prepares wonton at her shop in Singapore February 22, 2019. Picture taken February 22, 2019. REUTERS/Edgar Su
Foto: Ilustrasi (Reuters/Edgar Su)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak dari perang antara Iran melawan AS-Israel telah meluas hingga memengaruhi pedagang makanan. Sejumlah pedagang kaki lima dan pemilik warung mulai menaikkan harga rata-rata Rp1.000 rupiah.

Kenaikan harga di Jakarta umumnya disebabkan oleh naiknya harga plastik hingga 50% dari harga normal sebelum perang.

"Plastik soto biasa Rp10.000 sekarang jadi Rp15.000," kata Ning, pemilik warung makanan di Jakarta Selatan. 

Hal yang sama juga terjadi di pusat jajanan Singapura akan segera menaikkan harga hingga S$1 atau sekitar Rp13.000 per porsi. 

Mengutip laporan CNA, para pedagang mengatakan konflik di Timur Tengah menyebabkan biaya operasional semakin tinggi, beberapa melaporkan penurunan keuntungan hingga 20%.

Para pelaku industri mengharapkan dukungan pemerintah, termasuk subsidi sewa dan utilitas, karena biaya meningkat di seluruh sektor.

Di Chinatown Complex Food Centre, pusat jajanan terbesar di Singapura, lebih dari 220 pedagang telah merasakan tekanan selama sebulan terakhir.

Biaya operasional meningkat sebesar 10%, sementara biaya pengiriman yang lebih tinggi semakin menekan margin pedagang, kata Cornelius Tan, ketua Asosiasi Pedagang Chinatown Complex.

"Para pedagang kaki lima menghadapi tagihan yang lebih besar setiap kali mereka menerima bahan baku dibandingkan sebelumnya, meskipun mereka mungkin memesan jumlah bahan baku yang sama."

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Penyerang Ariana Grande di Singapura Dipenjara, Dibui 9 Hari


Most Popular
Features