Kembung & Kentut Terlalu Sering Jadi Alarm Tubuh, Ini Penjelasannya

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
22 April 2026 13:10
Ilustrasi kentut (Freepik)
Foto: Ilustrasi kentut. (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Terlalu sering kentut ataupun kembung perut bukan cuma soal karena makanan atau kebiasaan sepele. Dalam kondisi tertentu, ini bisa jadi sinyal awal gangguan pencernaan yang lebih serius, apalagi jika disertai rasa nyeri atau perubahan pada pola buang air besar.

Melansir Better Health Channel, Rabu (22/4/2026), jumlah kentut setiap orang berbeda-beda dan dipengaruhi pola makan serta kondisi tubuh. Dalam sehari, sebagian orang bisa hanya beberapa kali buang angin, sementara lainnya bisa mencapai puluhan kali. Rata-rata orang kentut sekitar 15 kali per hari.

Namun, ketika frekuensinya meningkat drastis dan disertai keluhan lain, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Gas berlebih di perut bisa memicu rasa tidak nyaman seperti kembung, kram, hingga nyeri perut.



Tak hanya fisik, kondisi ini juga bisa berdampak pada psikologis. Rasa malu atau cemas akibat kentut yang sulit dikontrol kerap muncul, terutama saat berada di tempat umum.

Beberapa ciri kentut yang perlu diwaspadai antara lain berbau sangat menyengat, keluar dengan tekanan kuat, disertai perut tidak nyaman, hingga muncul bunyi gemuruh di bagian bawah perut.



Apa Penyebabnya?

Ada beberapa faktor yang bisa memicu produksi gas berlebih di dalam tubuh, di antaranya terlalu banyak menelan udara (misalnya saat makan atau minum cepat), gangguan sistem pencernaan, konsumsi makanan tinggi serat, dan intoleransi laktosa.

Selain itu, fermentasi karbohidrat tertentu seperti fruktosa juga bisa memicu gas berlebih. Zat ini banyak ditemukan dalam madu, sirup jagung, dan beberapa buah. Jenis karbohidrat ini dikenal sebagai FODMAP.

Kapan Harus ke Dokter?

Kentut berlebih juga bisa berkaitan dengan gangguan pencernaan seperti Sindrom Iritasi Usus Besar atau intoleransi laktosa. Segera periksakan diri jika kentut yang dialami muncul terus-menerus dan disertai gejala berikut:

- Perut kembung
- Nyeri perut
- Kentut berlebihan dan terus-menerus
- Muntah
- Diare
- Sembelit
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Mulas
- Terdapat darah dalam tinja

(miq/miq) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pakar Gizi Ingatkan, Tak Semua Buah Aman Dimakan Bersamaan


Most Popular
Features