Banyak yang Keliru, Begini Cara Bedakan Asam Urat dan Rematik
Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang baru sadar ada yang salah setelah nyeri sendi datang berulang atau makin parah. Yang sering terjadi, semua keluhan langsung disebut "rematik", padahal bisa jadi itu justru asam urat dengan penanganan yang berbeda.
Kesalahan mengenali penyakit ini bukan hal sepele. Dalam praktik medis, asam urat dan rematik memang sama-sama menyerang persendian, tetapi berasal dari mekanisme yang berbeda di dalam tubuh.
Mengutip WebMD, sabtu (18/4/2026), artritis reumatoid (rematik) dan asam urat termasuk jenis artritis yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kekakuan pada sendi. Meski memiliki gejala yang mirip, perbedaan utama terletak pada penyebabnya.
Perbedaan rematik dan asam urat
Rematik merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan yang melapisi persendian. Kondisi ini memicu peradangan, pembengkakan, hingga bisa menyebabkan deformitas sendi.
Karena berkaitan dengan sistem imun, rematik juga bisa berdampak ke organ lain seperti kulit, mata, hingga jantung.
Sementara itu, asam urat terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Zat ini terbentuk saat tubuh memecah makanan tertentu, seperti daging.
Normalnya, asam urat akan dibuang melalui urine. Namun jika kadarnya berlebih, zat ini bisa membentuk kristal tajam seperti jarum yang menumpuk di persendian dan menimbulkan nyeri hebat serta peradangan.
Gejala asam urat dan rematik
Baik asam urat maupun rematik dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan pada beberapa persendian. Namun, pola gejalanya berbeda.
Rematik biasanya dimulai dari sendi kecil seperti tangan dan kaki. Sendi akan terasa nyeri, bengkak, dan hangat saat disentuh, lalu bisa menyebar ke sendi yang lebih besar seperti pergelangan tangan, siku, bahu, lutut, hingga pinggul.
Pada beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami kelelahan, penurunan nafsu makan, atau demam ringan. Gejala umumnya terjadi simetris, artinya menyerang kedua sisi tubuh. Kekakuan sendi biasanya terasa di pagi hari dan membaik seiring aktivitas.
Sebaliknya, asam urat sering muncul secara tiba-tiba dengan rasa nyeri yang sangat hebat. Tidak jarang penderitanya merasa sendi seperti terbakar.
Kondisi ini biasanya hanya menyerang satu sendi, paling sering di jempol kaki. Namun, bisa juga terjadi di pergelangan kaki, lutut, siku, atau pergelangan tangan.
Sendi yang terkena biasanya tampak merah, bengkak, dan terasa hangat. Dalam beberapa kasus, serangan asam urat juga bisa disertai demam.
Pengobatan
Baik rematik maupun asam urat tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan. Beberapa pengobatan yang umum digunakan antara lain:
- Pereda nyeri
Obat seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu meredakan nyeri pada kedua kondisi. Untuk asam urat, obat seperti colchicine juga sering digunakan.
- Obat antiinflamasi
Kortikosteroid seperti prednison dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri.
Selain itu, pengobatan juga difokuskan pada penyebab utama. Pada rematik, terapi biasanya bertujuan menekan sistem kekebalan tubuh. Sementara pada asam urat, pengobatan diarahkan untuk mencegah pembentukan kristal.
Pola makan juga berpengaruh, terutama pada penderita asam urat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain membatasi konsumsi alkohol, mengurangi asupan daging hingga menjaga berat badan tetap ideal.
Dan seseorang bisa mengalami asam urat dan rematik secara bersamaan. Meski berbeda, kedua kondisi ini tidak saling meniadakan.
Oleh sebab itu, jika mengalami nyeri sendi tanpa mengetahui penyebabnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan sendi, darah, hingga cairan sendi diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]