Muncul Varian Baru COVID Cicada, Apakah Sudah Masuk Indonesia?
Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 02/04/2026 15:35 WIB
Foto: Ilustrasi Covid (AP/Dolores Ochoa)
Jakarta, CNBC Indonesia - Varian baru Covid-19 dengan kode BA.3.2 atau dijuluki "Cicada" sedang jadi sorotan global. Kementerian Kesehatan memastikan hingga kini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, kondisi pandemi di dalam negeri masih terkendali dan tidak menunjukkan tanda peningkatan risiko.
"Varian BA.3.2 (Cicada) belum ditemukan di Indonesia dan secara global juga belum menunjukkan peningkatan sirkulasi maupun keparahan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).
Ia mencatat, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan varian ini sebagai Variant Under Monitoring (VUM) sejak 5 Desember 2025. Namun, hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan peningkatan angka rawat inap maupun kematian akibat varian tersebut.
Aij menegaskan, varian yang saat ini dominan di Indonesia masih tergolong berisiko rendah, yakni XFG (57%), LF.7 (29%), dan XFG 3.4.3 (14%).
Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, pemerintah belum melihat urgensi untuk melakukan pengetatan di pintu masuk negara. Meski begitu, pengawasan tetap dilakukan melalui surveilans rutin, pelaporan dari fasilitas kesehatan, serta pengujian sampel di laboratorium.
"Situasi masih terkendali sehingga tidak diperlukan langkah khusus, namun pemantauan tetap berjalan secara ketat," kata Aji.
Kemenkes tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan, menjaga pola makan, istirahat cukup, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian.
Pemerintah juga menyediakan pembaruan informasi penyakit menular yang dapat diakses publik melalui kanal resmi Kemenkes. (hsy/hsy)
Add
as a preferred
source on Google