FOTO Internasional

Potret Sakura Mekar di Washington, Kota Berubah Jadi Negeri Anime

Reuters, CNBC Indonesia
Selasa, 31/03/2026 13:15 WIB

Bunga sakura mekar di Washington D.C., Festival Sakura Nasional tarik wisatawan dan jadi simbol persahabatan Jepang-Amerika Serikat.

1/7 Seorang wanita berpose di tengah-tengah bunga sakura di sepanjang Tidal Basin di Washington, D.C., AS, 30 Maret 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Seorang wanita berpose di tengah mekarnya bunga sakura di sepanjang Tidal Basin, Washington, D.C., AS, Senin (30/3/2026), saat musim sakura menarik penduduk lokal dan wisatawan untuk menikmati pemandangan musiman yang memukau. (REUTERS/Jonathan Ernst)

2/7 Seorang wanita berpose di tengah-tengah bunga sakura di sepanjang Tidal Basin di Washington, D.C., AS, 30 Maret 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Deretan pohon sakura yang bermekaran di berbagai sudut kota menghadirkan suasana indah, sementara kelopak bunga yang berguguran menambah pesona khas musim semi. (REUTERS/Jonathan Ernst)

3/7 Seorang wanita berpose di tengah-tengah bunga sakura di sepanjang Tidal Basin di Washington, D.C., AS, 30 Maret 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Sejumlah pengunjung mengaku terpesona dengan keindahan tersebut, bahkan menyebut suasananya menyerupai adegan fantasi dalam anime favorit. (REUTERS/Jonathan Ernst)

4/7 Seorang wanita berpose di tengah-tengah bunga sakura di sepanjang Tidal Basin di Washington, D.C., AS, 30 Maret 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Dilansir The CSR Journal, peristiwa mekarnya sakura ini bertepatan dengan Festival Bunga Sakura Nasional, perayaan tahunan yang memperingati pemberian 3.000 pohon sakura dari Wali Kota Tokyo Yukio Ozaki kepada Washington pada 1912. Festival yang kini berlangsung selama empat minggu itu telah berkembang menjadi ajang budaya besar yang menarik lebih dari 1,6 juta peserta setiap tahun, dengan berbagai program seni, budaya, dan kegiatan masyarakat yang sebagian besar dapat diakses secara gratis. (REUTERS/Jonathan Ernst)

5/7 Seorang wanita berpose di tengah-tengah bunga sakura di sepanjang Tidal Basin di Washington, D.C., AS, 30 Maret 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Seorang ibu memotret bayinya di antara bunga sakura. Kehadiran pohon sakura di Washington merupakan hasil kerja sama erat antara Jepang dan Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Pertukaran tersebut melibatkan sejumlah tokoh penting, termasuk ahli kimia Jokichi Takamine, David Fairchild dari Departemen Pertanian AS, Eliza Scidmore dari National Geographic Society, serta Ibu Negara Helen Herron Taft yang berperan besar dalam realisasi penanaman pohon sakura. (REUTERS/Jonathan Ernst)

6/7 Seorang wanita berpose di tengah-tengah bunga sakura di sepanjang Tidal Basin di Washington, D.C., AS, 30 Maret 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Penanaman dua pohon sakura pertama dilakukan pada 27 Maret 1912 di kawasan Tidal Basin, West Potomac Park, oleh Ibu Negara Taft bersama Viscountess Iwa Chinda, istri Duta Besar Jepang. Momen tersebut menjadi simbol persahabatan kedua negara yang terus dikenang hingga kini melalui festival tahunan yang meriah dan penuh makna. (REUTERS/Jonathan Ernst)

7/7 Seorang wanita berpose di tengah-tengah bunga sakura di sepanjang Tidal Basin di Washington, D.C., AS, 30 Maret 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Sejak saat itu, peran Ibu Negara Amerika Serikat terus berlanjut dalam mendukung Festival Bunga Sakura. Mamie Eisenhower pernah menobatkan Ratu Festival pada 1953, Betty Ford mengundang para putri negara bagian ke Gedung Putih pada 1976, Lady Bird Johnson menerima 3.800 pohon Yoshino pada 1965, sementara Hillary Clinton, Laura Bush, dan Michelle Obama juga turut berpartisipasi dalam berbagai upacara penanaman dan pembukaan festival, menjaga tradisi persahabatan Jepang–Amerika tetap hidup hingga sekarang. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Add as a preferred
source on Google