Ahli Ingatkan Bahaya Kasih Susu Kental Manis Setiap Hari ke Anak

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 27/03/2026 15:05 WIB
Foto: Ilustrasi susu kental manis. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat Indonesia diingatkan untuk tidak lagi menganggap susu kental manis (SKM) sebagai minuman susu sehari-hari. Ahli juga mengingatkan orang tua untuk tidak memberikan SKM kepada anak setiap hari. 

Pakar gizi dari IPB University, dr. Karina Rahmadia Ekawidyani menjelaskan SKM dibuat dengan mengurangi kadar air pada susu lalu menambahkan gula dalam jumlah besar, yakni sekitar 40% hingga 50%. Dalam satu takaran saji sekitar 30 gram atau setara tiga sendok makan, terdapat sekitar 15 gram gula.

Sebagai perbandingan, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan hanya sekitar 50 gram. Artinya, konsumsi sekitar sembilan sendok makan SKM dalam sehari saja sudah bisa memenuhi bahkan mendekati batas maksimal asupan gula harian.

"Karena komposisi susunya sudah jauh lebih rendah, kandungan protein dan lemaknya juga tidak sesuai jika dikonsumsi sebagai susu harian, maka kalau dijadikan susu minum utama, ada risiko kesehatan," ujar dr. Karina dalam keterangan resminya, dikutip pada Jumat (27/3/2026).

Konsumsi SKM secara rutin sebagai minuman harian berisiko bagi kesehatan karena kandungan gizinya tidak seimbang. Meski masih mengandung protein dan lemak, jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Oleh sebab itu, dia mengatakan, SKM tidak bisa dikonsumsi sebagai pengganti susu segar atau ultra high temperature (UHT).


"Komposisi susunya sudah jauh lebih rendah, sehingga kandungan protein dan lemaknya tidak cukup jika dijadikan susu utama harian." 


Bukan untuk Minum, Tapi Pelengkap

Karina menegaskan fungsi utama SKM adalah sebagai pemanis atau pelengkap rasa pada makanan dan minuman, bukan sebagai minuman utama, terutama bagi anak-anak.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan takaran konsumsi. Penggunaan sendok takar dianjurkan agar asupan gula tetap terkontrol, bukan langsung menuangkan dari kaleng.

"Jangan langsung menuangkan dari kaleng. Dengan menakar, kita bisa mengetahui batas penggunaannya," kata ia.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tren Kecantikan Perawatan Botox hingga Filler Untuk Anak Muda