4 Ciri-Ciri Kanker yang Bisa Diwariskan ke Anak dan Cucu

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 12/03/2026 14:40 WIB
Foto: Ilustrasi Kanker (Photo by Ave Calvar Martinez via pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak semua kanker muncul secara tiba-tiba. Dalam sejumlah kasus, risiko kanker ternyata bisa diturunkan dari orang tua kepada anak hingga cucu melalui perubahan gen tertentu yang diwariskan dalam keluarga.

Para ahli menjelaskan, kanker terjadi ketika ada perubahan atau kerusakan pada gen di dalam sel tubuh. Gen sendiri merupakan pesan biologis yang mengatur bagaimana sel tumbuh, berkembang, dan bekerja di dalam tubuh manusia.

Perubahan pada gen ini bisa membuat sel tidak lagi berfungsi normal sehingga berkembang secara tidak terkendali dan akhirnya menjadi kanker. Sebagian besar perubahan gen terjadi selama hidup seseorang akibat faktor usia, paparan zat berbahaya seperti asap rokok, atau radiasi matahari. Jenis kanker ini disebut kanker sporadis dan merupakan yang paling umum.


Namun dalam sebagian kecil kasus, perubahan gen tertentu dapat diturunkan dari orang tua kepada anak. Melansir Cancer Research UK, perubahan ini dikenal sebagai mutasi genetik yang diwariskan (germline mutation).

Jika salah satu orang tua memiliki perubahan gen tersebut, maka setiap anak memiliki kemungkinan sekitar 50% untuk mewarisinya. Dalam beberapa kasus, pola kanker dalam keluarga juga bisa menjadi petunjuk adanya faktor genetik.

Misalnya kanker muncul pada usia relatif muda, seperti sebelum usia 50 tahun pada kasus kanker payudara, kanker usus besar, atau kanker rahim. Dalam keluarga dengan mutasi gen tertentu, pola penyakit biasanya terlihat jelas. Beberapa anggota keluarga mengalami jenis kanker yang sama atau kanker terkait.

Para ahli memperkirakan sekitar 12% kasus kanker di dunia berkaitan dengan perubahan gen yang diwariskan. Artinya, sebagian besar kanker tetap terjadi karena kombinasi berbagai faktor lain seperti usia, gaya hidup, dan lingkungan.


Ciri-Ciri Kanker Genetik yang Bisa Diwariskan

Riwayat kanker dalam keluarga dianggap kuat jika terdapat beberapa kondisi berikut:

- Anggota keluarga terkena kanker pada usia muda, misalnya sebelum 50 tahun
- Beberapa kerabat dekat di satu garis keluarga mengalami kanker
- Jenis kanker yang muncul saling berkaitan secara genetik
- Ada anggota keluarga yang diketahui memiliki mutasi gen dari hasil tes genetik

Semakin banyak anggota keluarga yang mengalami kanker dengan pola tersebut, semakin besar kemungkinan terdapat faktor genetik yang diwariskan.



Apa yang harus dilakukan?

Jika seseorang memiliki riwayat kanker yang kuat dalam keluarga, dokter biasanya menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau klinik genetika. Melalui evaluasi riwayat keluarga dan tes genetik, dokter dapat menilai apakah seseorang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker tertentu.

Bagi orang yang diketahui membawa perubahan gen, dokter dapat merekomendasikan pemantauan kesehatan secara rutin, skrining lebih dini, atau tindakan pencegahan tertentu untuk menurunkan risiko kanker.

Peneliti juga masih terus mempelajari bagaimana kombinasi gen dan faktor lingkungan memicu kanker, dengan harapan dapat menemukan cara yang lebih efektif untuk mencegah penyakit tersebut.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Inovasi Klinik Kecantikan Gaet Pasien Saat Ekonomi Bergejolak