Kampus di Singapura Buka Jurusan Kematian, Apa yang Dipelajari?

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
09 March 2026 19:20
Ilustrasi Mahasiswa. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi Mahasiswa. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Universitas teknologi di Singapura, Nanyang Technological University (NTU) akan meluncurkan program Master of Science in Psychology mulai Agustus 2026. Program ini menarik perhatian karena menghadirkan spesialisasi thanatology atau studi tentang kematian, proses meninggal, dan duka cita yang disebut sebagai yang pertama di tingkat master di Asia.

Melalui spesialisasi tersebut, mahasiswa akan mempelajari cara memberikan dukungan psikologis bagi individu, keluarga, maupun komunitas yang menghadapi kematian atau kehilangan orang terdekat. Peserta juga akan dilatih memberikan pendampingan dari sisi psikologis, sosial, hingga spiritual bagi mereka yang berduka.

Program ini diperkirakan akan menerima hingga 40 mahasiswa pada angkatan pertama. Lulusannya diharapkan dapat bekerja di berbagai sektor seperti rumah sakit, hospice, layanan paliatif, hingga lembaga konseling krisis dan pendampingan duka.

Profesor psikologi NTU Andy Ho mengatakan, topik kematian masih sering dianggap tabu di banyak masyarakat Asia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir pembahasan mengenai perawatan akhir hayat dan dukungan bagi keluarga yang berduka mulai semakin terbuka.

Di Singapura sendiri tercatat sekitar 30.000 kematian setiap tahun. Artinya, ribuan keluarga dan kerabat harus menghadapi proses kehilangan yang sering kali tidak mudah.

Menurut Ho, banyak orang yang sebenarnya ingin membantu orang yang berduka, tetapi tidak tahu bagaimana cara memberikan dukungan yang tepat.

"Individu yang sedang berduka sering merasa sangat sendirian karena perasaan mereka tidak sepenuhnya dipahami atau diperhatikan," ujarnya dikutip dari Strait Times, Senin (9/3/2026).

Selain itu, layanan konseling duka di Singapura saat ini belum sepenuhnya diatur secara formal. Artinya, tidak semua orang yang menawarkan layanan tersebut memiliki pelatihan profesional yang memadai.

Oleh sebab itu, program pendidikan khusus di bidang ini dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas tenaga profesional dalam mendukung kesehatan mental masyarakat. Selain studi kematian dan duka, program master baru ini juga menawarkan tiga spesialisasi lain, yaitu:

1. Community Health Psychology

Mahasiswa akan mempelajari cara merancang intervensi kesehatan mental berbasis komunitas, termasuk menangani isu psikologis di tingkat masyarakat.

2. Neuropsychology

Bidang ini mempelajari hubungan antara fungsi otak, perkembangan manusia, dan kesehatan mental. Salah satu fokusnya adalah neuropsikologi pendidikan untuk membantu kebutuhan kognitif anak usia sekolah.

3. Forensic Psychology

Spesialisasi ini mempelajari penerapan psikologi dalam sistem hukum dan peradilan pidana, termasuk di lembaga pemasyarakatan dan penegakan hukum.

Direktur program Master of Science in Psychology NTU Rebecca M. Nichols mengatakan, program ini dirancang untuk menyiapkan tenaga profesional yang mampu bekerja tidak hanya di bidang klinis, tetapi juga di tingkat komunitas dan kebijakan publik.

"Kami ingin melatih individu yang mampu menjalankan peran tersebut ketika mereka lulus nanti," katanya.

Program master ini akan berlangsung selama 1,5 tahun dan mencakup 500 jam praktik lapangan (practicum). Program tersebut diselenggarakan oleh School of Social Sciences NTU dan dirancang untuk melengkapi program psikologi terapan yang telah lebih dulu ada di Singapura, termasuk yang ditawarkan oleh National University of Singapore dan Singapore University of Social Sciences.

Dekan NTU College of Humanities, Arts and Social Sciences Jon Wilson mengatakan kebutuhan tenaga profesional kesehatan mental semakin mendesak.

"Kita membutuhkan lebih banyak profesional yang dapat mendukung kesehatan mental masyarakat, bukan hanya di konteks klinis tetapi juga di masyarakat luas," ujarnya.

Menurut Wilson, program baru ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan psikologis masyarakat sekaligus memperkuat sistem dukungan kesehatan mental di Singapura.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 6 Hal yang Sebaiknya Dirahasiakan dari Orang Lain Menurut Psikolog


Most Popular
Features