Ramadan Jadi Momentum untuk Refleksi Finansial

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
27 February 2026 17:04
Bank Maybank Indonesia
Foto: dok Bank Maybank Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramadan adalah bulan penuh berkah dan menjadi momen yang banyak ditunggu-tunggu banyak orang. Pada momen ini aktivitas ekonomi meningkat tajam seiring dengan tradisi buka puasa bersama, belanja kebutuhan Lebaran, hingga perjalanan mudik.

Namun di balik semarak tersebut, muncul fenomena yang tidak disadari, seperti tekanan terhadap kondisi keuangan rumah tangga yang justru meningkat di bulan yang seharusnya mengajarkan keseimbangan dan pengendalian diri. Lonjakan pengeluaran sering kali membuat Tunjangan Hari Raya (THR) habis tanpa perencanaan yang jelas.

Alih-alih memperkuat kondisi finansial, banyak keluarga justru memasuki periode pasca-Lebaran dengan arus kas yang melemah. Padahal, Ramadan dapat menjadi momentum ideal untuk melakukan refleksi finansial, menata kembali prioritas antara konsumsi, berbagi, dan keberlanjutan keuangan keluarga secara lebih bijak.

Direktur Perbankan Syariah PT Bank Maybank Indonesia Tbk Romy H. Buchari menilai fenomena ini mencerminkan perubahan perilaku finansial masyarakat modern, dengan peningkatan konsumsi sering tidak diiringi dengan kesiapan perencanaan keuangan jangka panjang.

Dia menyampaikan solusi jitu agar Ramadan bisa menjadi momentum bagi masyarakat agar lebih konsisten menjaga keseimbangan antara kegiatan konsumsi melalui perencanaan keuangan yang baik.

"Ramadan memang identik dengan peningkatan aktivitas konsumsi, namun kami melihatnya seharusnya Ramadan juga bisa menjadi momentum untuk melakukan refleksi finansial," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).

Romy menjelaskan, dalam prinsip syariah, keseimbangan atau wasathiyah menjadi kunci di antara prioritas untuk memenuhi kebutuhan, berbagi, dan tetap menjaga keberlanjutan keuangan keluarga. Karena itulah, dia mendorong nasabah untuk memanfaatkan Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk menata kembali prioritas keuangan, termasuk memperkuat dana darurat, mengelola arus kas, serta merencanakan kebutuhan jangka menengah seperti pendidikan dan investasi halal.

Sebagai bagian dari Maybank Islamic Berhad yang merupakan salah satu lembaga keuangan syariah terbesar di tingkat regional, Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia terus menghadirkan edukasi finansial yang lebih kontekstual selama Ramadan, baik melalui konten digital, maupun advisory langsung, agar masyarakat tidak hanya meningkatkan konsumsi, tetapi juga memperbaiki kualitas perencanaan keuangan.

"Jadi, Ramadan adalah momentum untuk membangun financial resilience, bukan sekadar mendorong peningkatan transaksi," tegas Romy.

Sebetulnya, fenomena ini juga bukan cuma terjadi di bulan Ramadan. Dari sudut pandang yang lebih luas, belakangan ini kelas menengah Indonesia memang terlihat semakin mapan secara gaya hidup, namun secara struktural semakin rentan. Persentase keluarga yang memiliki dana darurat terus menurun. Ini menandakan adanya kesenjangan antara peningkatan penghasilan dan kesiapan menghadapi risiko.

Romy menuturkan, fenomena ini mencerminkan realitas baru, dimana banyak generasi muda, termasuk keluarga kelas menengah berada dalam situasi "cukup secara penghasilan, tetapi rapuh secara perencanaan". Konsekuensinya, gaya hidup sebagian masyarakat meningkat, tetapi proteksi keluarga, dana darurat, pendidikan anak, hingga perencanaan waris masih belum menjadi prioritas.

Sehingga, ketika salah satu anggota keluarga mengalami krisis dapat langsung mengguncang stabilitas rumah tangga secara keseluruhan.

Mengatasi masalah ini, Romy mengatakan Maybank Indonesia memiliki layanan Shariah Wealth Management (MySWM) yang hadir sebagai solusi perencanaan menyeluruh bagi keluarga Muslim modern mencakup proteksi, dana darurat, investasi halal, hingga perencanaan waris lintas generasi.

"Ini menjadi fase baru dimana perbankan syariah bukan lagi sekadar mengejar pertumbuhan aset, melainkan membangun hubungan advisory jangka panjang untuk membantu keluarga menciptakan ketahanan finansial yang kokoh dan selaras dengan nilai hidup masing-masing," jelas Romys.

Maka di tengah meningkatnya pendapatan generasi muda dan kelas menengah, Maybank Indonesia melihat adanya kesenjangan dalam kesiapan menghadapi risiko. Melalui pendekatan perencanaan finansial yang holistik dan berbasis nilai, Maybank Indonesia berupaya membantu keluarga membangun fondasi yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

"Melalui perencanaan finansial yang holistik dan berbasis nilai,Shariah Wealth Management bisa menjadi mitra hidup berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.

Layanan tersebut memungkinkan Maybank Indonesia untuk menyediakan pendampingan menyeluruh, mencakup dana darurat, proteksi, investasi halal, hingga perencanaan waris, untuk memastikan setiap keputusan finansial selaras dengan tujuan hidup dan prinsip syariah. MySWM juga bisa menjadi solusi syariah inovatif untuk keluarga muda dan generasi muslim affluent.

"Dengan menghadirkan solusi syariah yang relevan dan terintegrasi bagi keluarga muda serta generasi Muslim affluent, kami berupaya memastikan agar Maybank Indonesia dapat menjadi mitra strategis dalam membangun ketahanan finansial lintas generasi yang seimbang antara pertumbuhan dan nilai," pungkasnya.

(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Daftar Negara yang Tetapkan Ramadan 19 Februari 2026


Most Popular
Features