Daftar Negara yang Tetapkan Ramadan 19 Februari 2026

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
16 February 2026 12:10
Badan Hisab Rukiyat memantau hilal di Gedung Kanwil Kemenag DKI, Jakarta, Jumat, (28/2/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Badan Hisab Rukiyat memantau hilal di Gedung Kanwil Kemenag DKI, Jakarta, Jumat, (28/2/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 segera tiba. Menyambut bulan suci tersebut, beberapa negara pun menetapkan, atau setidaknya memprediksi, kapan awal puasa bagi umat muslim akan dimulai.

Mengutip Detikcom dari laporan Gulf News edisi Minggu (15/2/2026), umat Islam menggunakan kalender lunar, di mana setiap bulan dimulai saat hilal atau bulan sabit pertama terlihat. Karena itu, penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah bisa berbeda antarnegara.

Perbedaan ini dipengaruhi sejumlah faktor, seperti metode rukyat atau pengamatan bulan secara lokal dan global, hingga perhitungan astronomi. Variasi metode tersebut dapat menyebabkan selisih satu hari dalam penetapan awal Ramadan di berbagai wilayah.

Untuk Ramadan 2026, mayoritas negara Islam diperkirakan akan melakukan pemantauan hilal pada Selasa, 17 Februari.

Berdasarkan kalkulasi astronomi, peluang terlihatnya hilal pada hari pengamatan dinilai nyaris tidak ada. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi di berbagai kawasan, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, dan Mesir.

Dengan situasi tersebut, negara-negara yang mensyaratkan rukyat terkonfirmasi kemungkinan akan menggenapkan bulan Syakban menjadi 30 hari. Jika skenario ini terjadi, maka Kamis, 19 Februari 2026, diperkirakan menjadi hari pertama Ramadan di UEA.

Meski begitu, ada pula negara yang bisa saja memulai puasa lebih awal, tergantung pada kriteria dan metode penetapan yang digunakan masing-masing otoritas.

Berikut sejumlah negara yang telah mengumumkan atau memastikan awal Ramadan 1447 H:

Oman Tetapkan 19 Februari sebagai Awal Ramadan

Oman menjadi anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pertama yang memastikan tanggal 1 Ramadan. Otoritas setempat menetapkan Kamis, 19 Februari, sebagai awal puasa setelah perhitungan astronomi menunjukkan hilal tidak mungkin terlihat pada malam sebelumnya.

Turki Gunakan Metode Hisab

Turki juga menetapkan 19 Februari 2026 sebagai hari pertama Ramadan. Penentuan ini didasarkan pada metode hisab atau perhitungan astronomi yang telah dihitung sebelumnya untuk menilai potensi visibilitas hilal.

Melalui otoritas keagamaan resminya, Turki menyatakan bahwa pada Selasa, 17 Februari, hilal diperkirakan tidak dapat diamati di kawasan Arab, dunia Islam, maupun benua Amerika. Karena itu, awal Ramadan diputuskan jatuh pada Kamis. Dalam sistem yang digunakan, bulan baru Hijriah dimulai apabila pada hari ke-29 perhitungan menunjukkan hilal memungkinkan terlihat, baik dengan mata telanjang maupun teleskop, di wilayah yang masih mengalami waktu malam.

Singapura Rilis Jadwal Resmi

Sementara itu, Singapura turut mengonfirmasi 19 Februari sebagai 1 Ramadan 1447 H. Keputusan tersebut diambil setelah kajian astronomi menyimpulkan hilal tidak mungkin terlihat pada malam rukyat.

Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) yang dipimpin Mufti Singapura menggunakan pendekatan berbasis perhitungan dengan mempertimbangkan kriteria visibilitas lokal. Otoritas setempat menjelaskan bahwa pada hari pengamatan, bulan terbenam lebih dulu sebelum matahari, sehingga mustahil diamati dari wilayah Singapura. Jadwal imsakiyah resmi pun telah dirilis dengan mencantumkan 19 Februari 2026 sebagai awal Ramadan.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]


Most Popular
Features