Kasus TBC Malaysia Naik Tinggi, Warga Diminta Waspadai Pasar Ramadan

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 27/02/2026 10:15 WIB
Foto: AP/Mahesh Kumar A.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Malaysia melaporkan lonjakan kasus tuberkulosis (TBC) pada awal 2026. Hingga Minggu Epidemiologi ke-6 tahun ini, tercatat 3.161 kasus TBC di seluruh negeri, termasuk 596 infeksi baru dalam periode pemantauan terbaru.

Melansir Malay Mail, melalui pernyataan resminya, Kementerian Kesehatan Malaysia (Ministry of Health/MOH) meminta masyarakat tetap waspada, terutama di tengah meningkatnya aktivitas sosial selama Ramadan seperti bazar dan buka puasa bersama.

Secara rinci, negara bagian Sabah mencatat angka tertinggi dengan 755 kasus atau sekitar 23,88%. Disusul Selangor dengan 596 kasus (18,85%) dan Sarawak sebanyak 332 kasus (10,50%). Johor melaporkan 280 kasus, sementara Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan Putrajaya mencatat 244 kasus.

Meski demikian, otoritas menyebut TBC umumnya tidak menyebar secepat influenza atau Covid-19. Penularan biasanya membutuhkan paparan yang lebih lama dan berulang.

"Risiko penyebaran meningkat ketika masyarakat berada dalam ruangan tertutup, padat, dan minim ventilasi, terutama jika terdapat individu dengan TBC aktif yang belum menjalani pengobatan," kata MOH.




Kendati begitu, tingkat risiko tetap bergantung pada durasi paparan, kondisi ventilasi, serta daya tahan tubuh masing-masing individu.

Pemerintah Malaysia juga menegaskan, Ramadan bukan penyebab penularan TBC. Namun, peningkatan interaksi sosial selama bulan tersebut membuat potensi kontak antarindividu menjadi lebih tinggi.

Masyarakat diimbau menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, memperbaiki sirkulasi udara di dalam ruangan, serta mengenakan masker bila mengalami gejala atau berada di tempat ramai. Bagi individu yang mengalami batuk lebih dari dua minggu atau gejala terkait lainnya, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Pendekatan berbasis kesadaran komunitas dinilai penting untuk memastikan deteksi dini, pengobatan efektif, serta pencegahan yang komprehensif. Dengan langkah bersama, Ramadan diharapkan tetap dapat dijalani secara aman dan sehat," kata MOH.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Intip Perlindungan Maksimal Tinted Sunscreen Finally Found You!