Polisi Tangkap Pengemis Kaya Raya, Ketahuan Punya 3 Mobil Mewah

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
27 February 2026 04:15
Ilustrasi pengemis. (Dok. Freepik)
Foto: Ilustrasi pengemis. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bulan suci Ramadan identik dengan ibadah sedekah dan zakat. Namun di Uni Emirat Arab, momen penuh empati ini justru dimanfaatkan sejumlah sindikat pengemis profesional. Bahkan ada laporan sejumlah orang masuk ke UAE dengan visa kunjungan jangka pendek khusus untuk mengemis selama bulan suci.

Melnasir Gulf News, Kamis (26/2/2026), dalam beberapa penangkapan terbaru, polisi menemukan fakta mencengangkan. Seorang pria yang ditangkap karena mengemis diketahui memiliki tiga mobil mewah.

Kasus lain menunjukkan seorang pengemis menyembunyikan 25.000 dirham (sekitar Rp90 juta). Ada pula pengemis yang menggunakan anak balita berusia dua tahun untuk mengumpulkan 20.000 dirham dalam berbagai mata uang hanya dalam hitungan hari.

Polisi juga membongkar sindikat berbasis keluarga yang memaksa anak-anak, bahkan yang masih berusia tujuh tahun, turun ke jalan untuk meminta-minta alih-alih bersekolah. Di bawah Undang-Undang Federal Nomor 9 Tahun 2018, pengemis individu terancam hukuman hingga tiga bulan penjara dan denda 5.000 dirham. Sementara pengorganisir sindikat bisa dipenjara minimal enam bulan dan didenda mulai 100.000 dirham.

Modus Baru: Ngemis Pakai AI

Tak hanya di jalan, praktik pengemis elektronik juga meningkat. Penipu kini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat konten simpati palsu.

Modusnya antara lain membuat adegan rumah sakit palsu, laporan medis rekayasa, hingga gambar anak sakit yang dimanipulasi. Bahkan ada pesan suara berbasis AI yang dikirim lewat WhatsApp dan Instagram untuk memancing empati.


Unit kejahatan siber UAE kini menggunakan alat forensik digital untuk melacak konten berbasis AI dan membongkar jaringan tersebut. Otoritas di Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah mengingatkan warga agar tidak memberikan uang tunai langsung kepada individu di jalan.

Menurut mereka, pemberian langsung berisiko membiayai kejahatan terorganisir, mendorong eksploitasi anak hingga mengaburkan bantuan untuk kasus yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah UAE menegaskan, donasi sebaiknya disalurkan melalui lembaga amal resmi dan berlisensi agar tepat sasaran dan terverifikasi.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 5 Barang yang Dibeli Kelas Menengah Demi Status Sosial


Most Popular
Features