Kolak Pisang VS Biji Salak, Mana yang Lebih Sehat untuk Buka Puasa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kolak telah lama menjadi salah satu makanan takjil paling populer di Indonesia. Rasa kolak yang manis dan gurih cocok untuk menjadi makanan pelepas dahaga sekaligus sumber energi. Di antara dua ragam kolak yang umum dijajakan, ada dua yang menjadi favorit banyak orang yakni kolak pisang dan ubi serta biji salak. Di antara dua pilihan tersebut, mana yang lebih sehat?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberi rating B (cukup sehat) untuk kolak pisang dan ubi. Meski ada tambahan gula, kolak pisang dinilai masih cukup sehat karena mengandung serat.
"Memang (kolak) manis sih, tapi saya lihat ada pisang, ada ubi. Nah, itu kan penuh dengan serat," kata Menkes, saat membagikan peringkat takjil buka puasa versi dirinya dalam video Instagram program Budi Gemar Sharing (#BGS).
Secara umum, pisang dan ubi sama-sama sumber karbohidrat yang baik, tetapi profil nutrisinya sedikit berbeda: pisang mengandung sekitar 89 kalori per 100 gram dengan karbohidrat sederhana yang lebih cepat dicerna, serta kaya kalium dan vitamin B6 yang baik untuk fungsi otot dan saraf, sedangkan ubi (terutama ubi jalar) mengandung sekitar 86 kalori per 100 gram dengan karbohidrat kompleks dan serat lebih tinggi sehingga memberi rasa kenyang lebih lama, serta sangat kaya beta-karoten (provitamin A) terutama pada ubi berwarna oranye. Pisang cenderung lebih praktis dan cepat memberi energi, sementara ubi lebih unggul untuk kestabilan gula darah dan asupan serat yang lebih tinggi.
Sementara untuk kolak biji salak, Menkes memberi rating C (kurang sehat). Biji salak dianggap kurang ideal karena kandungan tepung dan gula yang cukup tinggi serta tidak ada kandungan seratnya.Â
Adapun takjil terbaik yang mendapat rating A (sehat) dari Menkes adalah kurma. "(Kurma) manis sih, tapi ini serat semua, dan gulanya alami."
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]