4.000 Orang Mati Akibat Paparan Asbes, Nama Kota Hilang dari Peta

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
26 February 2026 13:35
Wittenoom. Foto: Tangkapan Layar youtube ABC News
Foto: Wittenoom. Foto: Tangkapan Layar youtube ABC News

Jakarta, CNBC Indonesia - Wittenoom adalah kota pertambangan terpencil yang menjadi simbol bencana kesehatan paling tragis dalam sejarah Australia. Bencana dipicu paparan asbes biru (crocidolite) yang ditambang tanpa standar keselamatan memadai hingga menyebabkan kematian 4.000 orang pekerja tambang. 

Pemerintah Australia Barat telah menutup kota itu dan merobohkan bangunan-bangunan yang tersisa karena tingginya risiko kesehatan. Akses ke lokasi dilarang dan pelanggar bisa dikenakan denda hingga 500 dolar Australia.

Tak cuma itu, Pemerintah juga menghapus nama Wittenoom dari peta untuk mencegah orang tinggal di sana.

Kepala eksekutif Asbestos Disease Society of Australia, Melita Markey, menyatakan paparan asbes tidak bisa ditarik kembali. 

Tambang asbes di sana memang ditutup pada 1966, tetapi kota tersebut tetap beroperasi selama beberapa dekade setelahnya. Sekolah baru ditutup pada 1985 dan balapan kuda masih digelar hingga 1991.

Markey juga mengingatkan, di Australia terdapat remaja yang menderita mesothelioma, kanker langka yang berkaitan langsung dengan paparan asbes. Meski masih ada wisatawan yang nekat datang ke Wittenoom, pemerintah Australia Barat menyatakan tidak berencana menambah patroli atau pengamanan.

Departemen Perencanaan, Pertanahan, dan Warisan setempat menegaskan, akses tetap dilarang dan masyarakat diminta mematuhi rambu peringatan demi keselamatan. Polisi Australia Barat juga menyampaikan kekhawatiran, promosi di media sosial dapat mendorong lebih banyak orang untuk berkunjung.

Mereka menegaskan Wittenoom bukan destinasi wisata dan risiko kesehatannya signifikan serta bersifat permanen. "Melakukan hal itu akan membuat individu terpapar risiko kesehatan serius yang terkait dengan kontaminasi kontaminasi asbes," kata mereka.

"Kontaminasi di Wittenoom bersifat permanen, dan risikonya terhadap kesehatan sangat signifikan," tambahnya.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Skandal Sunscreen Guncang Australia, Puluhan Brand Ditarik dari Pasar


Most Popular
Features