Bukan Jalan Kaki, Olahraga Ini Terbukti Ampuh Cegah Demensia
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa jenis aktivitas fisik yang disebut perjalanan aktif (active travel) memiliki dampak yang jauh lebih signifikan dalam menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko demensia dibandingkan sekadar berjalan kaki biasa.
Mengutip Eating Well, para peneliti di Inggris melakukan studi untuk menentukan bagaimana berbagai moda perjalanan memengaruhi risiko demensia, termasuk penyakit Alzheimer, bersamaan dengan perubahan struktur otak. Ada dua kelompok kasus demensia yang diteliti, yakni mereka yang mengalami demensia sebelum usia 65 tahun (demensia onset dini) dan mereka yang didiagnosis pada usia 65 tahun atau lebih (demensia onset lanjut).
Studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open ini mengelompokkan moda perjalanan ke dalam empat kategori yakni nonaktif (menggunakan mobil, kendaraan bermotor, atau transportasi umum), berjalan kaki, berjalan kaki campuran (campuran antara berjalan kaki dan moda nonaktif), dan bersepeda serta bersepeda campuran (bersepeda dikombinasikan dengan moda lain).
Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang bersepeda, atau menggabungkan bersepeda dengan moda lain, memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk mengalami demensia secara keseluruhan, terutama demensia di usia lanjut.
Misalnya, menggunakan kombinasi berjalan kaki mengurangi risiko demensia secara keseluruhan sebesar 6%, sementara bersepeda atau menggabungkan bersepeda dengan metode lain menurunkan risiko sebesar 19%. Bahkan untuk demensia yang muncul di usia muda secara khusus, bersepeda atau bersepeda campuran tampaknya mengurangi risikonya sebesar 40%.
Di sisi lain, berjalan kaki saja tampaknya sedikit meningkatkan risiko penyakit Alzheimer sebesar 14%, tetapi bersepeda atau bersepeda campuran membantu mengurangi risikonya sebesar 22%.
Ketika para peneliti mempelajari hasil pemindaian otak, mereka menemukan bahwa bersepeda dan menggabungkan bersepeda dengan metode perjalanan lain dikaitkan dengan sedikit peningkatan volume materi abu-abu (GMV) di bagian-bagian tertentu otak, termasuk hipokampus, yang penting untuk memori. Namun, berjalan kaki dan menggabungkan berjalan kaki dengan moda perjalanan lain dikaitkan dengan volume materi abu-abu dan putih yang sedikit lebih kecil di beberapa area.
Memahami bagaimana perjalanan aktif memengaruhi risiko demensia dapat memicu perubahan berarti dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu berjalan kaki ke toko terdekat, bersepeda ke tempat kerja, atau menikmati jalan-jalan santai di taman, perubahan sederhana ini dapat memberikan manfaat jangka panjang. Upayakan agar lebih banyak gerakan ke dalam rutinitas Anda untuk mendukung kesehatan otak.
(hsy/hsy)