Biopsi Vakum Payudara, Cara Modern Minim Nyeri untuk Diagnosis Tumor

rah, CNBC Indonesia
Sabtu, 31/01/2026 15:23 WIB
Foto: Ilustrasi kanker payudara. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahukah kamu bahwa Biopsi adalah standar utama untuk mendiagnosis kanker payudara? Biopsi memungkinkan dokter memastikan apakah jaringan tumor yang diambil ganas atau tidak, dengan mengambil sampel jaringan dari area payudara, yang kemudian diperiksa di laboratorium.

Keraguan dan kekhawatiran sering muncul saat disarankan untuk menjalani biopsi, terutama pada perempuan dengan segudang aktivitas dan pekerjaan, seperti ketakutan akan diagnosis kanker payudara atau anggapan bahwa prosedur ini menyakitkan dan menyita banyak waktu.

Salah satu Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang berpengalaman melakukan tindakan VABB, dr. Bayu Brahma, Sp.B(K) Onk di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa biopsi payudara tidak selalu menandakan kanker. Sebagian besar justru menunjukkan tumor jinak. Tetapi biopsi adalah cara pasti untuk mendeteksi keganasan secara aman dan tidak menyebabkan penyebaran sel kanker, seperti yang sering dimitoskan. Tindakan VABB pun sudah menjadi standar di Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang telah terakreditasi Joint Commission International (JCI)


Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang medis, biopsi payudara juga semakin canggih dengan teknik Biopsi Vakum Payudara atau Vacuum Assisted Breast Biopsy (VABB) yang minimal invasif (minim sayatan).

"Metode ini memungkinkan pengambilan sampel jaringan secara presisi tanpa prosedur operasi besar, karena dokter akan mengidentifikasi area tumor dengan alat radiologi, kemudian mengambil sampel dengan alat vakum canggih," jelas dr. Bayu, Sabtu (31/1/2026).

Teknologi VABB juga memiliki beberapa keunggulan untuk pasien, yaitu luka sayat biopsi yang sangat minimal, minim nyeri, bahkan hampir tidak ada nyeri pasca tindakan, risiko infeksi lebih rendah, durasi tindakan lebih singkat, hasil lebih akurat, dan pemulihan pasca-tindakan lebih cepat.

VABB juga sangat bermanfaat untuk kasus yang tidak memerlukan biopsi bedah, seperti tumor yang dicurigai jinak. Salah satu pionir dokter bedah onkologi perempuan di Indonesia, dr. Dharmayanti Francisca Badudu, Sp.B (K) Onk, di Mayapada Hospital Bandung mengkonfirmasi, "Pada kasus tumor jinak dengan kondisi tertentu, seperti ukuran yang sangat kecil, VABB bahkan dapat sekaligus digunakan untuk mengangkat tumor secara keseluruhan, sehingga pasien tidak perlu menjalani operasi terbuka atau prosedur bedah yang lebih invasif."

Prosedur VABB sendiri tidak dapat dilakukan di semua rumah sakit namun, prosedur advanced ini tersedia di layanan unggulan Oncology Center Mayapada Hospital, yang menangani berbagai kasus kanker dengan standar internasional. Layanan ini didukung oleh tim dokter multidisiplin melalui Tumor Board untuk merancang perawatan kanker yang tepat, serta Patient Navigator berpengalaman untuk mendampingi pasien di setiap tahap perawatan.

Oncology Center Mayapada Hospital terus berinovasi, seperti unit Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang menghadirkan Mayapada Breast Clinic, one-stop service untuk kesehatan payudara, mulai dari pencegahan, deteksi dini dengan teknologi canggih seperti 3D mammogram, diagnosis, hingga pengobatan dan perawatan pasca-operasi.

Layanan Oncology Center Mayapada Hospital juga dapat diakses dengan aplikasi MyCare, untuk booking layanan pemeriksaan hingga layanan gawat darurat. MyCare juga dilengkapi artikel kesehatan dalam fitur Health Articles & Tips, serta fitur Personal Health yang terkoneksi dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau jumlah langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, a Body Mass Index (BMI).

Unduh MyCare di Google Play Store atau App Store untuk menikmati berbagai promo dan reward di seluruh unit Mayapada Hospital.


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sasar Usia 20-an, Kosmetik Lokal Andalkan Produk Clean Beauty