Ditemukan Makam Kuno Berusia 1.400 Tahun, Dijaga Patung Raksasa

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 19:10 WIB
Foto: Sebuah patung kepala manusia di dalam paruh burung hantu diyakini mewakili individu yang dimakamkan di dalam makam tersebut. (via Luis Gerardo Peña Torres INAH)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para arkeolog di Meksiko mengumumkan penemuan luar biasa yang mengubah peta sejarah pra-Hispanik di wilayah tersebut. Sebuah makam kuno yang diperkirakan berusia 1.400 tahun ditemukan dalam kondisi luar biasa, dijaga oleh sesosok patung burung hantu raksasa yang terukir indah.

Menurut pernyataan dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah Meksiko (INAH) pekan lalu, makam yang terletak di San Pablo Huitzo, di negara bagian Oaxaca tersebut dibangun oleh budaya Zapotec sekitar tahun 600 Masehi, seperti dikutip dari CNN.

Di antara banyak detail yang terawat dengan baik adalah patung burung hantu yang berada di atas pintu masuk ruang pemakaman. Di dalam paruhnya tampak patung kepala manusia, yang dipercaya melambangkan orang yang dikubur di dalamnya.


Ratusan ribu penutur bahasa Zapotec masih tinggal di Meksiko hingga saat ini. Bagi suku Zapotec, burung hantu melambangkan malam dan kematian.

Situs ini juga dipenuhi ukiran aneka warna, yang menampilkan simbol-simbol terkait dengan kekuasaan dan kematian.

Di ambang pintu ruang pemakaman terdapat ukiran dua figur manusia yang memegang berbagai artefak di tangan mereka, yang mungkin merupakan penjaga makam, menurut INAH.

Sementara itu, di dalam ruang pemakaman terdapat mural menggambarkan prosesi orang-orang yang membawa kantung kopal, getah pohon yang dibakar sebagai dupa selama upacara.

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum menyoroti pentingnya penemuan tersebut pada konferensi pers Jumat lalu.

"Ini adalah penemuan arkeologi paling signifikan dalam dekade terakhir di Meksiko karena tingkat pelestariannya dan informasi yang diberikannya," kata Sheinbaum.

Sekretaris Kebudayaan Meksiko, Claudia Curiel de Icaza, juga menggarisbawahi bahwa makam tersebut merupakan penemuan luar biasa karena apa yang diceritakannya tentang budaya Zapotec dan organisasi sosialnya, ritual pemakaman, dan sistem kepercayaannya, yang dilestarikan oleh arsitektur dan muralnya.

Sebuah tim multidisiplin dari INAH kini bekerja untuk melindungi situs tersebut dan melakukan penelitian lebih lanjut. Ini termasuk menstabilkan mural-mural tersebut, yang berada dalam kondisi rapuh karena dampak akar pohon, serangga, dan perubahan kondisi lingkungan yang cepat.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sasar Usia 20-an, Kosmetik Lokal Andalkan Produk Clean Beauty