Jadi Tradisi, Ini 3 Negara yang Masih Mengonsumsi Daging Kucing

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
29 January 2026 18:50
Kucing berjalan di atas pemecah gelombang di Aoshima, Jepang, Kamis (27/9/2022). Pulau Aoshima telah dikenal karena jumlah kucingnya yang besar yang sekarang melebihi jumlah manusia sekitar sepuluh banding satu. (Photo by Carl Court/Getty Images)
Foto: Kucing berjalan di atas pemecah gelombang di Aoshima, Jepang, Kamis (27/9/2022). Pulau Aoshima telah dikenal karena jumlah kucingnya yang besar yang sekarang melebihi jumlah manusia sekitar sepuluh banding satu. (Photo by Carl Court/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi mayoritas masyarakat dunia, kucing dianggap sebagai hewan peliharaan yang menggemaskan, meski begitu di beberapa negara atau wilayah tertentu kucing masih dipandang sebagai sumber pangan atau bagian dari pengobatan tradisional.

Binatang lucu tersebut juga dipercaya dapat menangkal nasib buruk bahkan meningkatkan libido.

Melansir World Population Review, selama bertahun-tahun, ribuan kucing liar di Vietnam dijual ke pedagang makanan, rumah tangga, dan bahkan restoran.

Vietnam juga terkenal memiliki perdagangan gelap bawah tanah yang sangat menguntungkan dari menjual daging kucing dan anjing Daging kucing sering diolah menjadi sup atau semur.

Tak hanya itu, kucing juga sering diolah sebagai sate yang disajikan dengan serai, jahe, atau direndam dalam ketumbar dan cabai. Meskipun terkesan aneh, menu ini dianggap sebagai makanan lezat di Ho Chi Minh.

Meskipun ilegal untuk dikonsumsi, makanan ini masih sering disajikan di Vietnam. Akibat tingginya permintaan, banyak hewan peliharaan yang sering dicuri, bahkan dari Thailand dan Laos. Setelah diculik, biasanya kucing-kucing itu diselundupkan ke toko-toko daging khusus.

Negara selanjutnya adalah China yang terkenal sebagai konsumen daging kucing dan anjing terbesar di dunia. Bukan hanya dari pedagang pasar gelap, daging kucing dan anjing juga dapat ditemukan di berbagai provinsi dan wilayah seluruh China.

Di China, daging kucing dan anjing dipercaya bermanfaat bagi kesehatan, yakni meningkatkan metabolisme tubuh, menyejukkan tubuh selama musim panas, dan menghangatkan tubuh selama musim dingin.

Biasanya, daging kucing dan anjing diolah sebagai sup, steak, atau dipadukan dengan sayuran dan nasi dan disajikan dengan bumbu serta topping. Setiap tahunnya, China telah "memakan" lebih dari empat juta anak kucing setiap tahunnya.

Terakhir adalah Australia yang terkenal memiliki jumlah satwa liar yang melimpah termasuk kucing bahkan di daerah perkotaan. Dilaporkan, Australia tidak memiliki aturan khusus terkait menyembelih kucing untuk dikonsumsi sehingga ada pasar gelap untuk daging kucing.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 10 Negara Paling Murah 2025, Kawasan Asia Tenggara Mendominasi


Most Popular
Features